nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Derita Alzheimer, Wanita Ini Tak Kenali Anaknya di Hari Pernikahan (Part 2-Habis)

Tiara Putri, Jurnalis · Jum'at 22 Desember 2017 06:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 21 196 1834271 derita-alzheimer-wanita-ini-tak-kenali-anaknya-di-hari-pernikahan-part-2-habis-4a5fZLaGlt.jpg Siti Saidah menolak dipeluk putrinya (Foto: elyahasnida/Instagram)

TAK hanya lupa anggota keluarga, ibunda Elya Hasnida juga tidak mengenali rumah tempatnya tinggal. Bahkan ibu Siti Saidah sempat pergi dari rumah dan hilang. Beruntung, pihak keluarga masih bisa menemukannya dan membawa Ibu Situ pulang untuk kembali berkumpul bersama.

“Suatu waktu pernah mama pergi dari rumah. Dia ketemu orang yang ternyata tukang ojek dan minta diantar ke rumahnya yang dahulu. Pada orang Alzheimer, biasanya mereka mengingat memori yang lama. Waktu itu tukang ojek mengantar dari rumahku di daerah Pamulang ke rumah lamanya di Pondok Pinang. Itu kan jauh. Untungnya tanteku sempat melihat dan akhirnya mengabari ke orang rumah. Aku pun sempat nangis dan takut karena mama pergi dari rumah. Tapi pas ditelepon jadi lega,” cerita Elya kala dihubungi Okezone melalui saluran telepon beberapa hari lalu.

Ya, Ibu Siti memang beberapa kali sempat pergi dari rumah. Pada awalnya, pihak keluarga mengantisipasi hal itu dengan menggembok pagar rumah. Akan tetapi, keputusan itu malah memicu amarah Ibu Siti dan akhirnya ia nekat untuk memanjat pagar lalu hilang di komplek.

Maka dari itu, akhirnya keluarga memutuskan untuk membuka pintu pagar dan tetap mengawasi Ibu Siti. Selain itu, bila keluarga kecolongan, tetangga di sekitar rumahnya akan memberi tahu jikalau Ibu Siti keluar rumah. Sebab mereka tahu kondisi wanita berusia 64 tahun itu.

Seiring berjalannya waktu, perilaku pergi dari rumah sudah tidak dilakukan Ibu Siti. Elya menduga bahwa ibunya sudah lelah untuk bepergian.

“Secara fisik sebenarnya mama masih kuat, tetapi tidak dengan kemampuan otaknya. Sekarang mama lebih banyak menghabiskan waktu di kamar. Tapi kalau ditanya pun sudah tidak nyambung dan jawabnya pasif. Daya ingatnya sudah berkurang hingga 80 persen," ungkap Elya.

Walaupun tidak mengenal diri dan lingkungan sekitarnya, terkadang ibu Siti masih kuat untuk melawan orang-orang yang mencoba menyentuhnya. Beberapa kali ia menolak untuk mandi, berganti pakaian, atau buang air di kamar mandi.

Baca Juga:

“Mama itu tergolong yang masih kuat karena tidak tergeletak di kursi roda,” kata Elya.

Penolakan itu juga terjadi di hari bahagia Elya. Di hari pernikahannya, Elya tidak bisa meminta restu dari ibunya. Hal itu ia tuliskan pada caption foto yang diunggah ke akun Instagram pribadinya, @elyahasnida.

It hurts when she was stared at me blankly and refused to hug me. Alhamdulillah Mama panjang umur, bisa dibujuk turun dari mobil untuk liat akad dan bisa sungkeman, walaupun dia sebenernya nggak paham, bahkan sampe detik ini Mama nggak tau kalau anak bungsu perempuan satu satunya ini udah nikah :') Bersyukur. Biar pun dia nggak inget gue anaknya, bukan berarti gue ikutan lupa dia Ibu yang ngelahirin gue dan harus dirawat sebaik baiknya. #CaregiversDrama #AlzheimerIndonesia #YoungCaregivers #Dementia #whpclassic,” tulis Elya.

Dalam wawancaranya dengan Okezone, Elya menuturkan bahwa ibunya menolak untuk diajak ke area akad nikah.

"Untuk turun harus dibujuk terlebih dahulu karena sebelumnya mama ada di dalam mobil. Saat aku sungkem pun, mama juga nolak karena nggak ngerti itu acara apa. Sedih iya. Tapi karena kondisinya seperti itu pas di pelaminan juga mama digantiin sama orang lain," papar Elya.

Unggahan Elya memancing reaksi dari para pengguna media Instagram. Tak sedikit orang yang memberi dukungan padanya. Tentu Anda bisa membayangkan bagaimana rasanya di saat ingin meminta restu orangtua untuk melanjutkan tahapan kehidupan, tapi orangtua terutama ibu yang melahirkan malah tidak mengenalinya.

Melihat hal itu, rasanya tak heran bila Elya mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap penyakit Alzheimer. Ia menuturkan bahwa masih banyak masyarakat yang belum mengetahui Alzheimer. Pada Ibu Siti, Alzheimer muncul lebih cepat, yakni saat usianya 50 tahun. Sementara di beberapa kasus, Alzheimer muncul pada usia 70-an.

"Gaya hidup turut memengaruhi penyakit ini. Dari yang aku rangkum, hal yang paling signifikan terhadap mama adalah mungkin punya masa lalu yang tak terselesaikan. Mamaku orangnya pendiam, kalau ada masalah dipendam jadi pengelolaan stresnya kurang. Selain itu, mamaku tidak punya hobi sehingga tidak bisa menyalurkan stresnya. Aku sempat gali sih minatnya apa. Tapi mama nggak suka jahit, masak, atau berkebun. Tipenya kantoran banget," ujar Elya.

Dari kisah Elya dan ibunya, ada beberapa pelajaran yang bisa diambil. Pertama, bagi Anda yang masih memiliki orangtua di usia lanjut, cobalah untuk lebih perhatian lagi terhadap tingkah laku orangtua. Sebab, gejala Alzheimer bila dirunut sebenarnya bisa saja sudah terjadi tapi tidak disadari.

Jangan maklum dengan pikun, inilah yang harus diingat. Elya sendiri setelah menilik ke belakang, baru menyadari ibunya sudah sering lupa saat ia masih duduk di bangku SMA atau sekira 2005. Kedua, Anda harus bisa mengelola stres dengan baik. Salurkanlah rasa stres pada kegiatan yang Anda sukai atau pergi berlibur untuk sekadar melepas penat.

Baca artikel sebelumnya dengan judul "Terkena Alzheimer, Ibunda Perempuan Ini Tak Kenal Lagi Siapa Keluarganya (Part 1)".

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini