Malas Bergaul dan Menutup Diri Bisa Tingkatkan Risiko Diabetes

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Kamis 21 Desember 2017 10:30 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 21 481 1833796 malas-bergaul-dan-menutup-diri-bisa-tingkatkan-risiko-diabetes-k6fT3GxuTb.jpg Ilustrasi (Foto: Dailymail)

BATASI penggunaan gadget dan bergaulah dengan teman-teman, rekan kerja atau keluarga. Menutup diri, tak ingin bergaul atau menjadi pribadi yang tertutup dapat merugikan kesehatan Anda. Enggak percaya?

Sebuah penelitian menemukan, pria dan wanita yang tidak aktif secara sosial dan tetap terisolasi berisiko tinggi terkena diabetes. Temuan menunjukkan bahwa kurangnya partisipasi sosial dikaitkan dengan 60% risiko diabetes yang lebih tinggi. Kemungkinan diabetes tipe 2 yang lebih tinggi terjadi pada wanita dibandingkan mereka yang memiliki metabolisme glukosa normal.

Pria yang tidak memiliki partisipasi sosial di kelompok masyarakat memiliki risiko diabetes tipe 2 sebesar 42% lebih tinggi. Sementara, pria yang tinggal sendiri atau menyendiri memiliki risiko 94% lebih tinggi.

"Studi ini adalah yang pertama untuk menentukan hubungan dari berbagai karakteristik jaringan sosial, seperti dukungan sosial, ukuran jaringan atau jenis hubungan dengan berbagai tahap diabetes tipe 2," kata penulis utama Stephanie Brinkhues dari Maastricht University Medical Centre di Belanda yang dikutip Zeenews, Kamis (21/12/2017).

"Sebagai orang yang tinggal sendiri tampaknya memiliki risiko lebih tinggi untuk pengembangan diabetes tipe 2, mereka harus diakui sebagai kelompok berisiko tinggi dalam perawatan kesehatan. Ukurang jaringan sosial dan partisipasi dalam aktivitas sosial pada akhirnya dapat digunakan sebagai indikator risiko diabetes," tambahnya.

Baca Juga:

Untuk penelitian yang dipublikasikan di jurnal BMC Public Health ini, tim melibatkan 2.861 pria dan wanita berusia 40-75 tahun. Dalam studi menunjukkan, perubahan awal metabolisme glukosa dapat menyebabkan keluahan yang tidak spesifik, seperti rasa lelah dan perasaan tidak sehat, yang mungkin menjelaskan mengapa individu membatasi partisipasi sosial mereka.

Para peneliti menyarankan integrasi dan parisipasi sosial yang menjanjikan dalam strategi pencegahan diabetes tipe 2. " Temuan kami mendukung gagasan bahwa menyelesaikan isolasi sosial dapat membantu mencegah perkembangan diabetes tipe 2," pungkas Brinkhues.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini