nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Seorang Ibu yang Donorkan ASI untuk 20 Keluarga

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 22 Desember 2017 03:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 21 481 1833977 kisah-seorang-ibu-yang-donorkan-asi-untuk-20-keluarga-t0atknNmX1.jpg Harriet Tutton (Foto: Dailymail)

DONOR air susu ibu (ASI) bukan hal baru lagi di dunia. Beberapa perempuan diberkahi produksi ASI yang melimpah. Sedangkan, semua itu mesti dikeluarkan, jika tidak si ibu malah akan mengalami nyeri di payudaranya.

Kondisi ASI berlebih ini dialami Harriet Tutton. Ibu berusia 28 tahun ini memberikan ASI pada anaknya sampai usia 23 bulan. Setelah itu, dia tidak menyangka bahwa ASI tubuhnya terbilang berlebih. Sangking banyaknya, dia membutuhkan 3 kulkas untuk menyimpan semua perasan ASI-nya.

Tidak bisa selalu mengandalkan permintaan anak, sedangkan kualitas ASI terus berkurang jika disimpan di udara terbuka, makanya Harriet pun mengajukan diri sebagai pendonor ASI. Dia tergabung di kelompok pendonor ASI di situs Facebook bernama "Human Milk 4 Human Babies".

Perlu Anda ketahui, sampai sekarang Harriet telah secara tetap memberikan ASI pada 20 keluarga di seluruh Inggris. Salah satu dari penerima donor ASI Harriet ternyata ada yang merasa terbantukan sangat, karena perempuan itu tidak bisa memberikan ASI pada anaknya seumur hidup karena suatu penyakit.

Terkait dengan donor ASI sendiri, para ahli memperingatkan bahwa menyumbang ASI tidak diatur dalam peraturan pemerintah dan memiliki risiko yang signifikan untuk menyebarkan infeksi yang mengancam nyawa, seperti hepatitis B bahkan HIV. Lebih buruk lagi, bank ASI rumah sakit telah menolak sumbangan asi karena alasan keamanan.

Sementara itu, wilayah Wales tidak memiliki bank susu dengan rumah sakit, dan itu memaksa banyak ibu yang tidak bisa memberikan ASI bergantung pada pendonor yang menggunakan kurir spesialis untuk memberikan ASI dari pusat di Chester dan Birmingham.

5% Wanita di Inggris berjuang untuk menyusui

Harriet menjelaskan pada Daily Mail, Jumat (22/12/2017), seorang ibu memiliki bayi prematur dan dia menggunakan ASI-nya sebagai fortifier. Ada banyak hal yang bisa Anda lakukan dengan itu dan menjadi bentuk penyelamatan hidup manusia.

"Hanya perasaan yang tidak bisa Anda kalahkan dan orang sangat menghargai itu," ucap Harriet. "Aku sudah membawa sekotak cokelat dan kartu ucapan terima kasih. Anda mendapatkan gambar anak-anak yang tumbuh dan senang mengetahui bahwa Anda berkontribusi dalam kehidupan mereka," tambahnya.

Menyumbangkan ASI juga membuat Harriet menjadi teman seumur hidup seorang ibu bernama Elliot. Elliot berkata, Harriet memiliki kelebihan ASI untuk memberi makan semua bayi dan keputusannya untuk mendonorkan asinya pada anak-anak lain adalah berkah bagi dirinya.

Terkait dengan isu kekhawatiran pemberian ASI pada orang lain, Elliot yang sudah berlangganan pada asi Herriot, menjelaskan bahwa orang-orang tidak perlu khawatir akan mendapatkan ASI dari ibu lain. "Saya yakin, mayoritas ibu telah diskrining selama kehamilan sehingga ASI yang diterima saya yakin telah bebas dari sumber masalah," terangnya.

Namun, meski begitu pemikiran negatif memang sulit untuk dielakkan. "Ada banyak kata-kata negatif tentang donor ASI. Beberapa orang tidak setuju dengan hal itu tapi, sejauh ini anak saya tetap sehat," ungkap Elliot.

Sementara itu, terkait dengan risiko penyebaran infeksi, ada fakta baru menyatakan dimana bank susu online rumah sakit sudah secara hati-hati memeriksa sumbangan ASI yang diterima sesuai dengan pedoman NICE. ASI yang diterima tentunya sudah diskrining untuk memastikan ASI tidak membawa infeksi yang berisiko diteruskan ke bayi-bayi lainnya.

Ahli menjelaskan bahwa ASI segar malah berisiko. "ASI segar memiliki risiko signifikan untuk berpotensi terkena infeksi, terutama jika Anda tidak tahu bagaimana penanganannya," terang dr Gemma Holder, konsultan neonatologist dari Birmingham Women's Hispotal.

Badan Standar Makanan tidak merekomendasikan para ibu membagikan ASI dan mendesak mereka yang ingin menyumbang atau berjuang untuk menyusui menghubungi rumah sakit setempat untuk mendapatkan saran.

Baca Juga:

Namun Dr Sally Dowling, dari University of the West of England, berpendapat bahwa ibu selalu berbagi susu, dengan Organisasi Kesehatan Dunia bahkan mendukung praktik ini sebagai alternatif bagi mereka yang tidak dapat menyusui. Dia menambahkan bahwa ibu biasanya teliti untuk memastikan wanita yang mereka minum susu sehat dan higienis.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini