nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Normal atau Caesar, Perjuangan Hidup dan Mati Seorang Ibu untuk sang Buah Hati Tercinta

Annisa Amalia Ikhsania, Jurnalis · Jum'at 22 Desember 2017 05:40 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 21 481 1834166 normal-atau-caesar-perjuangan-hidup-dan-mati-seorang-ibu-untuk-sang-buah-hati-tercinta-rQAapQoM0R.jpg Hari ibu (Foto: Motherandbaby)

TANGGAL 22 Desember setiap tahunnya di Indonesia selalu diperingati sebagai Hari Ibu. Dalam momen tersebut tak ada salahnya kita melihat kembali perjuangan sosok seorang ibunda tercinta.

Ya, perjuangan seorang ibu untuk melahirkan sang buah hati memang tidaklah mudah. Perjuangan seorang ibu untuk melahirkan sang buah hati seringkali diibaratkan sebagai perjuangan hidup dan mati. Mungkin kedengarannya berlebihan, tapi tak bisa dipungkiri bahwa terdapat banyak risiko yang dihadapi para ibu selama proses persalinan.

BACA JUGA:

Banyak yang beranggapan bahwa tidak lengkap rasanya menjadi seorang ibu bila tidak melakukan persalinan secara normal. Benarkah demikian?

Well, bagaimanapun, melahirkan secara normal adalah cara terbaik. Mengapa? Merangkum dari berbagai sumber, proses persalinan alami ini akan memberikan sinyal ke seluruh tubuh untuk melanjutkan perannya dalam proses penyembuhan dan ‘memberi makan’ bayi.

Misalnya saja, kelenjar susu akan segera aktif memproduksi kolostrum dan air susu, rahim akan berkontraksi secara alami untuk kembali ke bentuk tubuh semula, darah kotor akan dikeluarkan, serta hormon perlahan kembali ke kondisi semula. Namun, perlu kedewasaan bagi masyarakat untuk tidak buru-buru mengecap ibu yang melahirkan normal itu hebat dan sebaliknya.

Pada persalinan normal, proses persalinan dilakukan lewat cara alami, yaitu melalui vagina. Persalinan normal memang yang paling ideal. Persalinan ini tentu minim risiko, seperti perdarahan yang tidak berlebihan. Biaya persalinannya tentu jauh lebih murah ketimbang caesar. Proses pemulihan setelah persalinan umumnya lebih cepat.

Ibu pun tak perlu menjalani rawat inap lama; sekitar 4-6 jam pascapersalinan, umumnya si Ibu sudah bisa berjalan dan keesokan harinya sudah boleh pulang dari rumah sakit. Rahim pun akan melalui proses alami untuk kembali ke bentuk semula. Jika Ibu berencana memiliki anak lagi, maka tidak ada masalah dengan jarak kehamilan berikutnya.

Sementara, bjla Ibu bersalin secara caesar, maka ada beberapa hal ketidaknyamanan yang kelak dirasakan meski operasi dijalankan sesuai standar operasionalnya. Beberapa hari pertama pascapersalinan, akan timbul rasa nyeri hebat yang kadarnya dapat berbeda-beda pada setiap Ibu.

Proses pemulihan cenderung berlangsung lebih lama, sehingga Ibu harus menjalani waktu rawat inap yang lebih lama ketimbang persalinan normal. Bila indikasi medis membuat persalinan normal menjadi berisiko tinggi, persalinan caesar tentu saja menjadi cara teraman.

Meski tidak ada data yang bisa merepresentasikan populasi, bisa dikatakan bahwa tren ibu hamil semakin banyak yang melahirkan secara sectio caesar. Jenis operasi besar ini bukan tanpa alasan untuk dipilih.

Memang, persalinan caesar sebaiknya hanya dilakukan bila ada indikasi medis yang mengancam keselamatan ibu dan bayi. Namun, pada masa kini minat para calon ibu memilih caesar agar tidak terlalu sakit.

 BACA JUGA:

Apa pun itu, perjuangan seorang ibu saat melahirkan buah hatinya tidak pernah mudah. Baik normal atau caesar, selalu membutuhkan pengorbanan baik fisik, mental, mau pun material. Semua demi lahirnya sebuah kehidupan dalam wujud bayi lucu nan menggemaskan.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini