Image

Baca Label Pangan dalam Kemasan Bisa Cegah Obesitas, Sudah Lakukan?

Dewi Kania, Jurnalis · Jum'at 22 Desember 2017, 13:42 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 22 481 1834450 baca-label-pangan-dalam-kemasan-bisa-cegah-obesitas-sudah-lakukan-7FOH3PGAIP.jpg Ilustrasi (Foto: Completewellbeing)

BANYAK orang suka makan produk olahan yang praktis, termasuk camilan dan makanan berat. Umumnya, jumlah kalori dari satu makanan yang dikonsumsi sangat tinggi kalori. Maka penting bagi Anda agar terbiasa membaca label makanan.

Berdasarkan studi, banyak orang konsumsi makan olahan baik itu produk pangan olahan restoran, makanan instan dan makanan ringan. Namun, masyarakat belum terbiasa untuk membaca label pangan yang terpasang dalam bungkusnya.

Apalagi dengan produk pangan olahan restoran, para penyaji tidak menunjukkan jumlah kalori dari seporsi makanan yang disantap. Padahal hal tersebut sangat penting untuk mendukung gaya hidup sehat.

"Menurut saya semua jenis produk olahan pangan ada labelnya yang Menunjukkan informasi kalori. Sekalipun itu restoran siap saji yang membuat konsumen jadi tahu berapa kalori yang menjadi asupan, juga sesuai kebutuhan," ujar Guru Besar Pangan IPB Bogor Prof Dr Purwiyatno Haryadi, MSc saat ditemui di kawasan Darmawangsa, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Prof Pur menambahkan, upaya pemberian label makanan pada suatu produk inilah menjadi salah satu ajakan kepada masyarakat agar mau menjalani gaya hidup sehat. Namun, kebiasaan baca label belum banyak dilakukan oleh konsumen, sehingga menimbulkan banyak dampak.

Ditambah lagi dengan penelitian lain yang menunjukkan masyarakat masih banyak konsumsi Kelebihan gula, garam dan lemak. Itu akibat dari kurangnya terbiasa membaca label makanan yang disarankan.

Berdasarkan aturan pemerintah, setiap orang dalam sehari tidak boleh konsumsi gula sekira 4 gram, garam 1 sendok teh dan lemak 5 gram. Rumus ini harus diingat oleh masyarakat supaya bisa menjaga pola makannya dengan baik.

Prof Pur membeberkan, bila masyarakat terbiasa dengan membaca label pangan dalam kemasan pasti bisa mengontrol dietnya. Tentu hal tersebut mampu menghindari seseorang mengalami dampak obesitas.

"Acuannya dari Kementerian Kesehatan, setiap orang sudah diatur porsinya kalau ingin makan gula, garam dan lemak. Ada pesan yang harus diterapkan setiap hari," tambahnya.

Baca Juga:

Karena tujuan yang baik, tentunya semua ahli pangan mengajak seluruh industri produk makanan dapat memberi label yang tepat untuk mengedukasi masyarakat. Karena bila dilihat faktanya, masih banyak produk makanan olahan yang belum terpasang label yang menunjukkan jumlah kalorinya.

"Karena pesan seperti itu, para pelaku usaha makanan harus mulai berupaya memasang label makanan. Ini jadi pembelajaran dan membuat orang dietnya jadi lebih baik," terang Prof Pur.

Nah, kebiasaan membaca label pangan ini dianggap menjadi salah satu tantangan dalam mempertahankan keamanan pangan. Sebab, masih banyak masyarakat tidak melakukan kebiasaan baik ini yang tentu memicu penyakit kelak.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini