nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Orang Sakit Kronis Tambah Banyak yang Berobat di Era JKN

Dewi Kania, Jurnalis · Sabtu 23 Desember 2017 18:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 23 481 1835089 orang-sakit-kronis-tambah-banyak-yang-berobat-di-era-jkn-wjhU1F45qY.jpg Ilustrasi (Foto: Health3.0)

SEJAK era JKN banyak masyarakat dengan penyakit tidak menular berobat ke fasilitas kesehatan. Mereka tidak sadar, padahal dengan melakukan gaya hidup sehat dapat mengontrol penyakit tersebut.

Dalam pelayanan kesehatan, dari segi perorangan dan kelompok masyarakat harus seimbang. Sayangnya, di era JKN, dirasakan pelayanan kesehatan perorangan lebih mendominasi dibandingkan pelayanan kesehatan masyarakat.

Studi CHEPS UI berdasarkan Susenas 2013 dan 2015 menunjukkan, banyak faktor yang menyebabkan banyaknya pasien penyakit tidak menular di era JKN. Salah satunya yakni kurangnya SDM kesehatan masyarakat (kesmas) yang seharusnya dapat mengedukasi seseorang agar mau menerapkan gaya hidup sehat.

"Sibuknya puskesmas melayani lonjakan pasien JKN yang datang berobat sehingga keteteran menjalankan program promotif dan preventifnya. Ini juga jadi satu masalah yang sering terjadi," ungkap Ketua Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan FKM UI Prof Budi Hidayat, SKM, MPMM, PhD saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Puskesmas seharusnya menjadi fasilitas dalam peningkatan upaya kesehatan masyarakat yang diyakini mampu mengendalikan biaya kesehatan. Sebab, masyarakat tetap sehat dan menurunkan risiko terjadinya suatu penyakit, termasuk penyakit kronis yang berbiaya mahal.

Hal ini secara langsung akan mendukung sustainibilitas JKN, karena tingginya klaim biaya kesehatan yang membebani BPJS Kesehatan. Banyak penyakit yang mengeluarkan banyak biaya, tapi sebenarnya dapat dicegah.

"Sudah saatnya tenaga kesehatan masyarakat bangun dari tidur panjang. Lalu diperkuat dan didukung semua pihak supaya kesehatan terjamin," imbuhnya.

Berdasarkan fakta, sebagian besar pembiayaan JKN sering untuk mengobati penyakit tidak menular yang dapat dicegah. Seperti diabetes mellitus, hipertensi, gagal ginjal, kanker, penyakit jantung, dan sebagainya.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini