nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Asal Muasal Penetapan 1 Januari sebagai Awal Tahun Baru

Vessy Frizona, Jurnalis · Minggu 24 Desember 2017 00:14 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 12 24 196 1835169 asal-muasal-penetapan-1-januari-sebagai-awal-tahun-baru-55UmjaBINA.jpg

DAHULU hitungan pergantian tahun jatuh pada pertengahan Maret. Sebelum seluruh umat di dunia sepakat perayaan tahun baru Masehi selalu jatuh pada tanggal 1 Januari, sejatinya banyak versi pergantian tahun yang lain.

Time.com melansir, versi lainnya muncul karena beberapa negara menghitung berdasarkan pergantian musim. Seperti di Mezopotamia (kini Irak) misalnya, sekitar 2.000 tahun SM (Sebelum Masehi), tahun baru dirayakan saat musim semi tiba.

Nah, kalender yang berlaku di dunia saat ini didesain oleh Kaisar Romawi, Julius Caesar pada tahun 46 SM. Sebelum masa kepemimpinan Julius Caesar, bangsa Romawi merayakan tahun baru setiap 1 Maret. Itu terjadi pada tahun 753 SM era kepemimpinan raja Roma, Romulus. Kala itu hanya ada 10 bulan dalam 1 tahun. Itulah kalender pertama bangsa Romawi.

Kemudian, pada 700 SM, penerus Romulus, Numa Pontilius mengubah kalender yang dibuat raja sebelumnya. Ia menilai jumlah bulan dan harinya terlalu sedikit, tidak pas dengan siklus musim yang ada. Maka dimasukkanlah bulan Januari dan Februari. Kendati demikian perayaan tahun baru yang jatuh pada 1 Januari baru terjadi 153 SM.

Ketika Caesar dinobatkan sebagai Kaisar Agung, ia mendesain ulang hitungan kalender dengan menggunakan acuan rotasi matahari. Kalender ini diklaim lebih sempurna daripada kalender-kalender sebelumnya.

(Baca Juga: 5 Pesepakbola Muslim Ini Punya Istri Super Cantik yang Bikin Anda Iri)

Hitungannya mencatat dalam satu tahun terdapat 365 hari dan Caesar menambahkan 67 hari pada tahun 45 SM sehingga tahun 46 SM dimulai tepat pada 1 Januari. Caesar juga memerintahkan agar setiap empat tahun, satu hari ditambahkan ke bulan Februari (setiap 4 tahun sekali terdapat 29 hari).

Tidak lama sebelum Caesar tewas terbunuh pada tahun 44 SM, dia mengubah nama bulan Quintilis dengan namanya, yaitu Julius atau Juli. Kemudian, nama bulan Sextilis diganti dengan nama pengganti Julius Caesar, Kaisar Agust, menjadi bulan Agustus.

(Baca Juga: Napak Tilas Sejarah Kembang Api dari Timur hingga Barat)

Saat ini, 1 Januari hampir secara universal diakui sebagai awal tahun, meskipun ada beberapa negara seperti Afghanistan, Ethiopia, Iran dan Nepal yang bergantung pada konvensi penanggalan sendiri. Termasuk beberapa agama juga merayakan tahun baru dengan waktu yang berbeda.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini