Share

Menilik Asal Usul Kopi Gayo khas Aceh dan Teknik Pengolahannya yang Tepat

Dimas Andhika Fikri, Okezone · Selasa 26 Desember 2017 07:19 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 25 298 1835730 menilik-asal-usul-kopi-gayo-khas-aceh-dan-teknik-pengolahannya-yang-tepat-esm4Ijqrzw.jpg Kopi Aceh (Foto: Ist)

SUDAH menjadi rahasia umum bahwa Indonesia merupakan salah satu produsen kopi terbaik di dunia. Spesies dan varietas kopi yang dimiliki Indonesia memang cenderung lebih variatif dibandingkan negara produsen kopi lainnya. Sebut saja Kopi Gayo khas Aceh. 

Kopi berjenis arabika ini cukup digemari pencinta kopi lokal maupun internasional karena memiliki aroma dan cita rasa yang sangat khas. Menilik asal usulnya, Kopi Gayo sendiri telah dikembangkan sejak 1908. Kopi ini tumbuh subur di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah.

Kedua daerah tersebut berada di ketinggian 1.200 meter dari permukaan laut yang menjadi tempat ideal untuk membudidayakan kopi. Selain itu, Kopi Gayo juga ditanam dengan cara organik tanpa bahan kimia. Tak heran jika kopi jenis ini dikenal sebagai kopi hijau. Kopi Gayo bahkan disebut-sebut sebagai kopi organik terbaik di dunia.

Tinggi pohon Kopi Gayo hanya berkisar 2-3 meter agar memudahkan para petani saat memanen. Tiap batang pohon dapat menampung 10-15 rangkaian bunga kecil yang nantinya akan menjadi buah kopi. Ciri khas Kopi Gayo sendiri terletak pada tekstur bijinya yang agak besar dengan warna hijau gelap dan berbentuk oval tinggi.

Pemberian nama Gayo sebetulnya terinspirasi dari nama salah satu suku asli yang mendiami daerah tersebut. Bahkan, mayoritas masyarakat Gayo memang berprofesi sebagai petani kopi.

Dari segi rasa, Kopi Gayo memang cenderung lebih gurih, body yang lebih tebal dan kental, dengan sedikit cita rasa manis (sweetness). Aromanya pun sangat harum dan khas sehingga dapat mengundang selera. Beberapa orang bahkan berpendapat bahwa rasa dan kualitas Kopi Gayo melebihi cita rasa kopi Blue Mountain yang berasal dari Jamaika.

Lalu, seperti apa teknik yang tepat untuk mengolah kopi gayo agar cita rasanya terasa sempurna?

Menurut Iwan Setiawan Co-Founder AgriCoffee, untuk mendapatkan cita rasa yang maksimal, Kopi Gayo harus diproses dengan teknik manual brew.

"Paling tepat memang harus diproses dengan manual brew (ditubruk) dengan tingkat kematangan medium sehingga rasanya lebih 'light'. Dengan teknik ini semua rasa pada kopi bisa keluar," tutur Iwan saat dihubungi Okezone via telepon, beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut Iwan menambahkan, Kopi Gayo sebetulnya tidak terlalu cocok jika diproses dengan mesin espresso. Proses pengolahan ini akan membuat rasa pahit lebih mendominasi.

"Kalau dibuat espresso, otomatis proses roastingnya harus dibuat medium to dark. Nah, dark roasting ini membuat rasa kopi menjadi lebih pahit dan menyamarkan cita rasa lainnya," tukas Iwan.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini