Berburu Jajanan Pasar yang Melegenda di Yogyakarta, Yuk Simak Ulasannya!

krjogja.com, Jurnalis · Rabu 27 Desember 2017 17:35 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 27 298 1836469 berburu-jajanan-pasar-yang-melegenda-di-yogyakarta-yuk-simak-ulasannya-Z6ADgsoBlN.jpg (Ist)

INGIN berburu kuliner tradisional, maka Yogya adalah tempatnya. Sebagai gudangnya makanan lezat, berbagai sajian kuliner dapat dengan mudah ditemui di kota ini mulai dari makanan konsumsi berat hingga kuliner yang berupa jajanan.

Di kota ini ada jenis kuliner yang disebut jajanan pasar, yakni sajian makanan ringan yang dijual di pasar-pasar tradisional. Jajanan ini telah ada sejak lama dan hingga kini masih bisa ditemui di pasar tradisional. Harganya cukup murah, namun soal rasa ditanggung tak kalah meriah. Berikut jajanan tersebut seperti dilansir dari krjogja.com:

Lupis

 

Lupis merupakan jajanan pasar yang terbuat dari beras ketan. Olahan ini akan diiris kecil lalu akan dilumuri dengan gula jawa sebagai pemanis yang orang Jawa menyebutnya dengan nama juruh.

Parutan kelapa juga ditaburkan sebagai toping untuk memperlezat hidangan. Dahulu Lupis berbentuk lingkaran seperti irisan lontong, namun kini jajanan pasar ini banyak disajikan dalam bentuk segi tiga.

 

Grontol

 

Makanan tradisional ini bernama Grontol, terbuat dari pipihan (prithilan) jagung yang direbus. Grontol akan disajikan dengan taburan parutan kelapa, bagi yang suka manis bisa pula menambahkan gula pasir sebagai toping. Zaman penjajahan dahulu grontol dikonsumsi masyarakat Jawa sebagai makanan pokok pengganti beras yang tak mampu dibeli masyarakat pribumi saat itu.

Cenil

 

Janjanan pasar yang terbuat dari pati ketela pohon ini bernama Cenil. Kuliner dibentuk bulat kecil dan diberi warna-warni menarik seperti merah, hijau, putih. Cenil biasanya disajikan dengan parutan kelapa dan ditaburi gula pasir di atasnya.

Bakmi Pentil

 

Mie jenis ini bernama Bakmi Pentil dan berasal dari daerah Pundong, Bantul. Bahan dasar Bakmi Pentil yakni pati ketela dan sering diberi warna merah atau putih. Disebut Pentil karena bentuknya yang kenyal dan bulat memanjang seperti karet ‘pentil’. Bakmi Pentil sering disajikan dengan ditaburi bawang goreng dan sambal untuk memperlezat cita rasa.

Gatot

 

Gatot merupakan makanan tradisional asli Gunungkidul. Jajanan pasar ini merupakan hasil fermentasi dari ketela. Di pasar-pasar tradisional jajanan ini masih bisa ditemui hingga sekarang, disajikan dengan parutan kelapa membuat rasa lezat dan gurih dari Gatot kian terasa.

 

Tiwul

 

Jajanan pasar ini juga berasal dari Gunungkidul, namanya Tiwul. Jajanan inilah yang menginspirasi maestro Campur Sari, Manthous untuk menciptakan lagu populer berjudul ‘Tiwul Gunungkidul’. Tiwul berbahan dasar ketela pohon yang dikeringkan lalu ditumbuk kemudian dikukus. Tiwul sering disajikan berpasangan dengan Gatot dengan ditaburi parutan kelapa. Masyarakat Gunungkidul dahulu sering menjadikan Tiwul sebagai makan pokok menggantikan beras.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini