Keseringan Makan Jeroan Bersantan, Penyakit Tidak Menular Jadi Tren di Padang

Dewi Kania, Jurnalis · Rabu 27 Desember 2017 15:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 27 481 1836290 keseringan-makan-jeroan-bersantan-penyakit-tidak-menular-jadi-tren-di-padang-cIhkhaJR0V.jpg Ilustrasi (Foto: Rekomendasime)

KITA semua kenal, bila masakan khas Minang identik dengan jeroan dan bersantan. Sayangnya, kebiasaan makanan seperti itu yang melekat di masyarakat Kota Padang cenderung memicu penyakit tidak menular meningkat.

Tak sedikit masyarakat Kota Padang mengalami hipertensi akibat gaya hidupnya yang tidak sehat. Tidak hanya dipantau dari pola makannya, kurangnya aktivitas fisik juga memicu penyakit kronis tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Feri Mulyani mengatakan, masyarakat di Padang pola makannya sangat sulit dikontrol. Apalagi umumnya makanan sehari-harinya berkaitan dengan daging atau jeroan yang dimasak santan pemicu kolesterol.

"Tahu ya orang Padang pola makannya hampir tidak sehat, maka penyakit tidak menular trennya meningkat," ujar Feri saat ditemui di Puskesmas Air Tawar, Kota Padang, Rabu (27/12/2017).

Selain hipertensi, penyakit kronis yang paling banyak dialami masyarakat Kota Padang yakni diabetes, stroke hingga penyakit jantung. Rata-rata dialami oleh masyarakat usia produktif, yakni 19-45 tahun.

Tak cuma dari kebiasaan makan, penyebab lainnya yang memicu tingginya penyakit tidak menular yakni masyarakat kurang melakukan aktivitas fisik yang rutin. Olahraga juga sudah mulai jarang dilakukan, sehingga memperbesar faktor risikonya.

"Sekarang mau pergi ke pasar saja ibu-ibu pilih naik motor. Padahal dulu rajin sekali jalan kaki atau naik sepeda," ungkapnya.

Nah, untuk mencegah peningkatan tren penyakit tidak menular, tenaga kesehatan di Kota Padang rajin mendatangi masing-masing rumah penduduk untuk memantau kesehatan. Mereka rajin melakukan deteksi dini penyakit setiap bulan.

Baca Juga:

Dengan pemantauan tersebut, diharapkan dapat mencegah lonjakan pasien penyakit tidak menular. Terutama bagi orang-orang di usia produktif yang sudah menderita penyakit ini akan sulit beraktivitas normal.

Ada juga bentuk pencegahan lainnya untuk menurunkan risiko penyakit menular. Ajakan untuk melakukan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) sudah berjalan baik di Kota Padang.

"Kami sudah lakukan Germas, kita ajak masyarakat aktivitas fisik minimal 30 menit, makan buah dan sayur wajib setiap Selasa, anak-anak kita ajak juga," tutupnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini