Viral Kampanye Celup, Ajakan Unggah Foto Orang Pacaran di Ruang Publik

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Kamis 28 Desember 2017 04:31 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 28 196 1836681 viral-kampanye-celup-ajakan-unggah-foto-orang-pacaran-di-ruang-publik-VPMOYpwbCB.jpg

DUNIA maya kembali menarik perhatian publik setelah muncul sebuah kampanye yang mendorong pesertanya untuk memotret pasangan yang sedang bermesraan di ruang publik kemudian mengunggah dan melaporkannya.

Pertanyaannya, tepatkah kampanye tersebut?

Akun @cekrek,lapor.upload di Instagram menyebut bahwa mereka tengah melakukan "kampanye anti asusila".

"Celup merupakan kampanye anti-asusila yang dilaksanakan untuk mengembalikan ruang publik yang sesungguhnya," menurut penjelasan yang mereka unggah di akun Instagram tersebut.

Kampanye ini mendorong orang untuk memotret "tindak asusila di sekitarmu", dan foto yang dikirimkan kemudian akan mendapat poin.

Jika pengguna mendapat 300 poin, mereka bisa mendapat voucher pulsa yang total bernilai Rp100.000 dan gantungan kunci sementara pengguna yang mengumpulkan 500 poin bisa mendapat kaus.

"Jangan ragu, pelaku tindak asusila dapat dikenakan pidana kurungan penjara lima tahun atau denda sebanyak Rp5 miliar," tulis mereka di salah satu foto yang mereka unggah.

BBC Indonesia sudah berusaha menghubungi penggagas kampanye tersebut, namun belum mendapat jawaban.

Peduli atas kenyamanan ruang publik?

Tetapi dalam wawancara di Jawa Pos, Koordinator Celup Fadhli Zaky mengatakan, mereka sudah berkampanye di taman dan kantin, serta acara diskusi dan pemutaran film di kampus Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur.

Fadhli bersama empat mahasiswa lain di desain komunikasi visual UPN Jatim mengatakan ingin mengajak masyarakat lebih peduli, terutama pada kenyamanan ruang publik. ''Kalau menemukan tindak asusila di ruang publik, masyarakat bisa foto, kirim ke kami, lalu di-upload ke medsos," ujarnya.

''Usia SMP hingga SMA, tapi gaya pacaran sudah pelukan dan ciuman," katanya lagi.

(Baca Juga: Seperti Ini Rupanya Gaya Pacaran Paling Disukai Gadis Remaja)

Bukan hanya di Instagram, kampanye ini juga menawarkan berbagai stiker yang dijual di aplikasi chat LINE.

Keberadaan kampanye ini kemudian menjadi viral di media sosial. Pertama lewat akun @prastyphylia yang sudah disebarkan lebih dari 1.200 kali.

Cuitan itu kemudian juga disebarkan ulang oleh sutradara Joko Anwar yang mengatakan, "sejak kapan orang Indonesia mikir ikut campur masalah orang lain itu cool?"

Sementara itu, beberapa pihak yang logonya muncul di bawah banner kampanye ini merasa tak pernah mendukung keberadaan kampanye tersebut.

Spredfast mencatat, bahwa hanya dalam kurang lebih lima jam sejak pertama kali dicuitkan, CELUP dibicarakan lebih dari 7.000 kali di Twitter.

Dasar hukum

Dalam salah satu unggahan di akun Instagram-nya, Celup menulis agar orang 'jangan ragu' untuk mengirimkan foto pasangan yang sedang berpacaran, karena ada dasar hukum atas tindakan asusila yang, menurut mereka, adalah pasal 76e dalam Undang-undang Nomor 35 tahun 2014.

Namun UU Nomor 35 tahun 2014 adalah perubahan atas Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang "mempertegas perlunya pemberatan sanksi pidana dan denda bagi pelaku kejahatan terhadap anak terutama kepada kejahatan seksual yang bertujuan untuk memberikan efek jera, serta mendorong adanya langkah konkrit untuk memulihkan kembali fisik, psikis dan sosial anak."

(Baca Juga: Mengapa Masa Muda Identik dengan Belajar, Pacaran Hingga Tawuran?)

Aturan ini hanya bisa dikenakan pada orang dewasa yang melakukan kejahatan seksual pada anak sehingga penggunaan aturan tersebut sebagai dasar untuk menganggap seseorang melakukan pelanggaran tindak kesusilaan bisa dianggap tidak tepat.

(Baca Juga: Kelamaan Jomblo? Curug Putri Palutungan Bisa Bantu Kamu Ketemu Jodoh)

Peneliti Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) Anggara Suwahju mengingatkan bahwa, "Kita harus hati-hati dengan apa yang dimaksud pelanggaran kesusilaan, karena pelanggaran kesusilaan itu mengacu pada nilai-nilai yang dianut masyarakat setempat."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini