nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Agar 'Ingin Menikah' Tidak Lagi Hanya Wacana di 2018, Simak Tipsnya

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Sabtu 30 Desember 2017 19:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 29 196 1837547 agar-ingin-menikah-tidak-lagi-hanya-wacana-di-2018-simak-tipsnya-xlhUtFPaqb.jpg Rencana menikah di 2018 (Foto:Playbuzz)

MOMEN pergantian tahun biasanya identik dengan resolusi tahun baru yang hendak dicapai di tahun yang akan datang. Salah satunya adalah rencana pernikahan. Untuk urusan yang satu ini, sebagian besar orang mungkin sudah lama merencanakannya, namun tak banyak yang berhasil merealisasikan.

Dalam rangka menyambut Tahun Baru 2018, Okezone berhasil menghubungi salah satu pakar pernikahan Indonesia untuk megulik lebih dalam trik dan tips merancang sebuah pernikahan, agar tidak hanya sekadar menjadi wacana.

Menurut pakar pernikahan, Indra Noveldy, salah satu kunci sukses dalam merencanakan sebuah pernikahan adalah menyangkut kesiapan. Bukan hanya persoalan uang atau modal untuk mengadakan sebuah acara resepsi yang megah dan mewah, melainkan kesiapan mental yang matang.

BACA JUGA:

Okezone.com Menutup 2017 dan Membuka 2018 dengan Liwetan

“Coba tanya ke diri sendiri sudah siapkah saya masuk ke dunia pernikahan. Karena kalau kita sudah menikah “it’s not only about me”, kita harus meruntuhkan ego dan mulai memikirkan kehidupan orang lain. Kalau waktu single kita hanya memikirkan gaji untuk diri sendiri, setelah menikah harus diperhitungkan secara matang dengan pasangan,” tutur Indra saat dihubungi Okezone via telepon, Jumat 29 Desember 2017.

Lebih lanjut ia menjelaskan, jika mental sudah siap, hal-hal mendasar yang selama ini menjadi ketakutan sebagian besar orang untuk menjalani kehidupan berumah tangga bisa teratasi. Salah satunya menyangkut masalah kemapanan.

“Banyak orang yang mau nikah setelah mapan. Tapi setelah mapan malah enggak nikah-nikah juga. Persoalan mapan ini seolah hanya menjadi alasan saja. Menurut saya mapan itu relatif. Selama kita sudah yakin, kita akan selalu punya cara untuk mendapatkan penghasilan yang jelas. Selalu ada rezeki yang telah dipersiapkan Tuhan,” imbuhnya.

Selain itu, kedua pasangan juga harus memastikan bahwa mereka telah memiliki pemikiran yang dewasa. Ini sangat penting, mengingat permasalahan rumah tangga hanya dapat diselesaikan jika komunikasi berjalan dengan baik dan pola pikir kedua pasangan sudah dewasa.

BACA JUGA:

Tahun 2018, Las Vegas Suguhkan Pengunjung Atraksi Terbang di Atas Mal

“Untuk mengetahui tingkat kedewasaan seseorang itu bisa dicek selama 1 tahun terakhir, sudah berapa banyak ia mutung, ngambek, atau sakit hati sama omongan orang. Jadi sebetulnya tidak ada yang namanya umur berapa ideal untuk menikah. Umur 19 tahun pun sudah boleh menikah, asal mereka sudah dewasa,” jelas Indra.

Kedua pasangan juga harus memiliki bayangan yang jelas tentang kehidupan setelah pernikahan. Banyak yang mengira bahwa kebahagiaan dalam pernikahan itu akan datang dengan sendirinya. Padahal, pernikahan bukanlah perkara yang mudah. Dibutuhkan komitmen yang kuat untuk menyelaraskan frekuensi kedua pasangan dalam menyatukan hidupnya.

“Semua orang dilahirkan di keluarga yang berbeda, pola pikir berbeda, dan nilai-nilainya pun berbeda. Jadi kalau di awal pernikahan mengalami sejumlah permasalahan atau rasanya seperti sedang menaiki roller coaster, cobalah untuk menikmatinya terlebih dahulu. Generasi jaman now itu memang inginnya yang instan, ketika menghadapi kendala mereka akan menganggap salah nikah atau tidak jodoh. Untuk mendapatkan kebahagiaan dalam berumah tangga dibutuhkan proses,” tukasnya.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini