nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sakit Punggung Jadi Peringatan Dini Kanker Paru-Paru?

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Jum'at 29 Desember 2017 20:26 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 29 481 1837649 sakit-punggung-jadi-peringatan-dini-kanker-paru-paru-1jDRMM3tF2.jpg Ilustrasi (Foto: Canninghealthcare)

KANKER paru kerap dikaitkan dengan orang yang merokok. Tapi, ternyata kanker paru bisa menyerang siapa saja dengan gejala yang terkadang tak disangka.

Meskipun benar bahwa 4 dari 5 perokok mungkin mengembangkan kanker paru, contoh non-perokok yang memiliki kanker paru-paru juga dilaporkan tinggi.

Tidak seperti kanker lainnya, kanker paru-paru bisa sulit untuk didiagnosis karena banyak tumor di paru-paru tidak menimbulkan gejala. Karena tidak ada ujung saraf di paru-paru, tumor besar dapat dengan mudah tidak diketahui.

Menurut sebuah studi oleh US National Library of Medicine, nyeri punggung dan yang tidak dapat dijelaskan mungkin merupakan gejala kanker paru-paru. Dalam sebuah penelitian setelah menggabungkan data dari berbagai penelitian, ditemukan bahwa 47% pasien kanker paru-paru menderita sakit kronis, seperti dicatat oleh LungCancer.net.

Dari ringan sampai intens, nyeri di bagian belakang punggung adalah tanda paling umum kanker paru-paru, menurut Dr Yash Gulati, Konsultan Senior, Ortopedi di Rumah Sakit Indraprastha Apollo. "Sering kali gejala pertama karsinoma paru adalah sakit punggung," kata Dr Gulati. Namun, rasa sakit dirasakan begitu kanker telah mencapai tulang belakang, membuatnya menjadi stadium 4 dan lebih sulit diatasi.

Nyeri punggung yang bisa mengarah pada kemungkinan kanker paru-paru:

1. Jika ada sakit terus-menerus di punggung selama lebih dari 3 minggu, Anda harus segera menemui dokter untuk diperiksa lebih lanjut.

2. Jika sakitnya mengganggu tidur dan menjalar ke lengan serta tungkai, maka itu bisa menjadi gejala yang serius.

3. Sakit punggung bagian atas tidak boleh dianggap enteng dan dokter harus segera diajak berkonsultasi.

Baca Juga:

Gejala lain kanker paru-paru

Batuk yang tidak biasa atau terus-menerus, sulit bernapas, pendarahan di dahak (sekresi lendir dari paru-paru), penurunan berat badan dan nafsu makan, menurut Dr Malay Nandy, Direktur Department of Medical Oncology, Jaypee Hospital.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini