4 Tips agar Berhasil Naik Gaji bagi Pekerja Kantoran di 2018

Dewi Kania, Jurnalis · Sabtu 30 Desember 2017 12:00 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 30 196 1837741 4-tips-agar-berhasil-naik-gaji-bagi-pekerja-kantoran-di-2018-8ANJwm2Jvu.jpg Ilustrasi (Foto: Sickchirpse)

BAGI karyawan kantoran setiap tahun baru pasti menunggu momen naik gaji. Apakah patut hal itu dijadikan sebagai resolusi seorang karyawan agar berhasil?

Sebaiknya Anda tidak usah khawatir bisa naik gaji atau tidak saat pergantian tahun. Karena setiap tempat kerja akan memberikan jaminan tersebut, apalagi seorang karyawan dari perusahaan yang besar.

Belum lagi mengikuti angka inflasi yang menjadi suatu kewajiban bagi perusahaan untuk menaikkan gaji karyawannya. Tapi hal ini sebaiknya jangan dijadikan resolusi karena terlalu memaksakan kehendak.

Pakarnya Dian Puty Oscarini membocorkan tipsnya supaya di tahun depan para karyawan kantoran berhasil naik gaji. Simak ulasan berikut ini yang dirangkum Okezone, Sabtu (30/12/2017).

Nantikan kenaikan upah minimum pekerja (UMP)

Secara otomatis setiap perusahaan menaikkan gaji karyawannya setiap tahun. Ikuti saja penetapan UMP di masing-masing kabupaten/kota atau angka inflasi yang berlaku. Namun, setiap karyawan besaran jumlah upah yang didapatkan berbeda-beda, sehingga tidak ada patokan pasti yang bisa ditetapkan.

Buat inovasi dalam bekerja

Saat pergantian tahun tiba, seorang karyawan harus punya motivasi kerja yang lebih baik. Kalau karyawan berprestasi karena inovasinya, pasti akan cepat naik gaji. Perusahaan akan menghargai kinerja Anda yang telah dinilai dalam satu tahun.

Promosi jabatan

Bila seorang karyawan mendapatkan promosi jabatan di tahun yang baru, secara otomatis bisa naik gaji. Upah yang didapatkan tentu sesuai dengan beban kerjanya. Karena hal itu menjadi satu hak karyawan yang harus didapatkan dan diperjuangkan.

Pindah perusahaan

Cara paling ekstrem jika Anda ingin naik gaji yakni dengan metode resign untuk pindah tempat bekerja. Angka gaji baru tentunya lebih fantastis dari yang diharapkan di tempat lama. Tapi cara ini, menurut pakarnya lebih tidak disarankan karena lebih instan prosesnya dan banyak pertimbangan lainnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini