Sensasi Makan Masakan Jawa Kekinian di Spot Instagramable

Agregasi Antara, Jurnalis · Sabtu 30 Desember 2017 05:04 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 30 298 1837765 sensasi-makan-masakan-jawa-kekinian-di-spot-instagramable-B6FyOTltZX.jpg Ilustrasi (Foto: Tastecapade)

SEMARANG – Menu masakan Jawa dengan konsep kekinian semakin banyak bermunculan di resto-resto modern. Menyantapnya pun kini bisa semakin lengkap dengan hadirnya spot-spot instagramable yang menarik.

Seperti di Pullen's Cafe and Resto Semarang Jalan Singosari Raya Nomor 79 A. Restoran ini mengandalkan menu masakan Jawa atau menu rumahan yang disajikan menyesuaikan generasi kekinian.

"Generasi sekarang atau istilahnya generasi now kan senang makan di restoran. Namun, sebenarnya mereka lebih menggemari masakan rumahan," kata Direktur Pullen's Cafe and Resto Semarang Andreas Yunisantoso.

Di restoran yang baru saja dibuka itu, disajikan beraneka menu masakan Jawa ala rumahan, mulai sop buntut, soto daging, bebek goreng, ayam goreng yang dikemas dengan nama-nama yang unik dan kekinian.

Misalnya, Sop Buntut Macan, Nasi Bebek Goreng Lambe Turah, Ayam Janda Pedas, dan sebagainya yang dimaksudkan memberikan daya tarik lebih bagi pengunjung, utamanya anak muda dengan citarasa khas masakan rumahan.

"Begini, biasanya masakan Jawa kan identik dengan tradisional. Jadinya, mungkin anak-anak muda agak males dan lebih memilih ke restoran," kata Yunisantoso yang juga berprofesi sebagai fotografer tersebut.

Itulah yang mendasarinya membangun sebuah restoran yang "instagramable" dengan banyak "spot" foto yang bisa dimanfaatkan pengunjung untuk berswafoto atau berfoto ria yang kemudian dibagikan ke media sosial.

Tak hanya itu, selama beberapa waktu ini disediakan sejumlah model cantik yang bisa dijadikan objek foto bagi para pengunjung, sekaligus memanfaatkan "spot-spot" foto yang sudah tersedia di restoran itu.

"Makanya, konsep interior restoran ini sifatnya 'unfinish', seperti menggunakan kayu jati bekas yang tidak dipernis, kemudian besi bekas yang tidak dicat, melainkan diamplas dan di-'clear'," katanya.

Karya-karya fotografi jepretan Yunisantoso pun dipajang di berbagai sudut restoran itu untuk mempercantik ruangan dan interior, sekaligus menunjukkan bahwa pemiliknya juga mencintai seni fotografi.

Alasan lain memilih menu rumahan atau masakan Jawa, diakui Yunisantoso karena selama ini sudah banyak restoran yang menyajikan masakan ala "western" yang rata-rata orang datang hanya untuk mencoba.

(Baca Juga: Hujan-Hujan Enak Makan Bakmi Jawa, Ini 4 Rekomendasinya di Jakarta)

"Kalau masakan Jawa atau menu rumahan, orang memang suka karena terbiasa. Harapan saya, mereka datang ke sini tidak hanya mencoba, tetapi bisa sampai 2-3 kali sehari untuk makan," katanya.

Sementara itu, Murtiningsih Mulya, sang istri yang menangani dapur menjelaskan bumbu-bumbu yang digunakannya sebenarnya standar dengan masakan rumah, tetapi nama dan penyajiannya yang dibikin unik.

(Baca Juga: Brongkos, Kuliner Indonesia dari Jawa Tengah yang Nikmat Berbumbu Kluwek, Coba Juga Resepnya!)

"Masakan rumahan kan bisa dikonsumsi semua kalangan. Kurang lebih ada 20 menu yang sudah ada, tetapi kami akan tambah terus. Ya, pengunjung tidak akan bosan karena semua menu rumahan ada," katanya.

(Baca Juga: Hal Sepele Ini Menjadikan Bocah Kembar Supermodel Dunia)

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini