nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cara Anda Menjawab 5 Pertanyaan Ini Bisa Tunjukkan Kesiapan Anda untuk Menikah

Maharani Putri Sabillah, Jurnalis · Rabu 03 Januari 2018 12:47 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 03 196 1839317 cara-anda-menjawab-5-pertanyaan-ini-bisa-tunjukkan-kesiapan-anda-untuk-menikah-QQO95xzLjc.jpg Siapkah Anda menikah? (Foto:Playbuzz)

 

PERNIKAHAN adalah hal yang serius bukan main-main. Oleh karena itu, dibutuhkan perencanaan yang matang dan komitmen yang kuat agar hubungan dalam pernikahan akan berhasil dan bisa berjalan sampai seumur hidup.

Salah satu yang membuat suatu pernikahan dapat berhasil ialah komunikasi. Percakapan antara satu sama lain selalu dibutuhkan bagi kedua belah pihak. Dengan komunikasi, Anda bisa mencari tahu apakah Anda dan pasangan berada dalam satu jalan atau tidak.

Psikoterapis Tina B. Tessina, PhD mengatakan bahwa sebelum memasang cincin di jari tangan, sebaiknya kita harus berkomunikasi untuk menanyakan beberapa topik penting seputar pernikahan. “Jika ada perbedaan, setidaknya Anda sudah memiliki cara mengatasinya,” katanya, seperti dilansir dari Instyle (03/01/2018).

BACA JUGA:

Gara-Gara Game Online, Pria Asal Malaysia Ini Tega Ceraikan Istrinya

Berikut di bawah ini merupakan beberapa pertanyaan yang bisa Anda ajukan kepada pasangan mengenai hubungan Anda ke depannya sebelum Anda benar-benar berada di jenjang penikahan.

 

1. Apakah Anda ingin punya anak?

Bagaimana jadinya jika Anda sudah tidak sabar ingin memiliki anak setelah menikah, sementara pasangan Anda lebih memilih untuk menundanya? Jadi, alangkah baiknya jika ditanyakan lebih dulu kepada pasangan Anda mengenai hal tersebut.

“Jika jawaban pasangan Anda ya, maka ada banyak pertanyaan lain yang harus diajukan,” kata Tessina

Pertanyaan lain tersebut seperti “berapa banyak anak yang diinginkan?”, “maukah mengadopsi anak apabila muncul masalah kesuburan?”, “akankah satu orang tinggal di rumah untuk menjadi pengasuh utama?” Pertanyaan tersebut harus Anda ajukan agar kedua belah pihak memiliki pola pemikiran yang sama.

2. Bagaimana kita menangani keuangan?

Masalah uang adalah penyebab utama perceraian. Jadi, jangan menahan pertanyaan yang satu ini. “Anda mungkin tidak menganggap pernikahan Anda sebagai sebuah kemitraan bisnis, tetapi sebagian besar memiliki banyak kesamaan: adanya penghasilan, membayar biaya, dan seharusnya memiliki keuntungan yang tersisa,” kata Tessina.

Klarifikasikan kepada pasangan Anda untuk memilih menyimpan rekening secara terpisah atau malah menggabungkannya. Di sisi lain, Anda juga harus terbuka mengenai pendapatan dan gaya pengelolaan uang Anda. Jika Anda adalah orang yang hemat dan pasangan Anda seorang pemboros, maka katakanlah.

Dan juga, diskusikan kepada pasangan Anda jika Anda memiliki hutang atau pinjaman kartu kredit. Sebab hal itu pula yang memengaruhi masa depan keuangan keluarga Anda nantinya.

 

3. Apakah karier saya akan berkembang?

Jika Anda seorang wanita karier dan tetap ingin berkerja meski setelah menikah, tanyakan kepada pasangan Anda mengenai nasib karier Anda. Karena telah banyak kasus mengenai suami yang tidak mengizinkan istrinya untuk bekerja lagi karena harus mengambil peran dalam menangani keluarga. Jadi, alangkah baiknya jika Anda cari tahu sekarang.

 

4. Seberapa terlibat pihak keluarga?

Tanyakan mengenai keterlibatan pihak keluarga masing-masing, termasuk orangtua Anda dan mertua Anda. Jujurlah saat Anda sedang tidak ingin menghabiskan waktu bersama pasangan dan lebih memilih untuk meluangkan waktu bersama orangtua dan saudara Anda.

Tessina juga menyarankan untuk menanyakan pertanyaan spesifik, misalnya “Bagaimana jika ada anggota keluarga yang memiliki masalah seperti stres finansial, kecanduan, atau penyakit jiwa, maka apa dampak yang akan memengaruhi hubungan?”.

BACA JUGA:

Berpura-pura Bisu, Karma si Pria Ini pun Mengerikan, seperti Senjata Makan Tuan!

5. Bagaimana peran agama?

Anda bisa melewatkan pertanyaan ini jika Anda dan pasangan memiliki keyakinan yang sama. Namun, apabila keyakinan Anda dengan pasangan berbeda, maka Anda harus bertanya bagaimana peran agama kelak saat setelah menikah, terutama pada nasib anak Anda di masa mendatang. Membahas perbedaan keyakinan agama, Anda juga dapat belajar memulai proses pembauran tradisi. “pasangan harus belajar menerima dan menghargai perayaan agama masing-masing,” kata Tessina.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini