Santap Tamales Terlalu Banyak, Wanita Ini Masuk Rumah Sakit

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 03 Januari 2018 16:35 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 03 298 1839404 santap-tamales-terlalu-banyak-wanita-ini-masuk-rumah-sakit-qstDLiCHk2.jpg Tamale (Foto: Thespruce)

SETIAP tempat di berbagai penjuru dunia memiliki tradisi masing-masing dalam merayakan Hari Raya Natal. Bicara soal perayaan hari Natal, biasanya memang setiap tempat di berbagai penjuru dunia memiliki tradisi makanan Natal masing-masing.

Begitu pula halnya seperti di Meksiko, di mana sudah menjadi tradisi bagi orang-orang di Meksiko untuk menghabiskan waktu merayakan musim liburan seperti saat Natal ini untuk menyantap hidangan khas yang bernama Tamales. Tamales sendiri sebagaimana dikutip Thespruce, Rabu (3/1/2018) adalah sebuah hidangan unik.

BACA JUGA:

khas Amerika Selatan, yang dibuat oleh penduduk asli dan diadopsi oleh para imigran Eropa. Tamale dibuat dari campuran adonan jagung (masa) lalu dibungkus kencang dengan menggunakan daun pisang atau kulit jagung, baru kemudian dikukus.

Adonan jagung ini akan jadi lebih kencang saat dikukus, baru kemudian setelah matang bisa dimakan dan bisa juga dibungkus untuk dimakan saat dalam perjalanan. Namun awalnya, tamale hadir lebih simpel karena dibuat hanya dengan menggunakan kacang dan squash yang dipanggang di atas api.

Namun sayangnya tradisi adat istiadat satu ini berubah menjadi musibah bagi seorang wanita Meksiko. Bagaimana tidak? Pasalnya, wanita Meksiko ini harus dilarikan ke rumah sakit setempat setelah diketahui memakan 20 buah tamales dalam sekali waktu makan, seperti dilapor Foodbeast, Rabu (3/1/2018).

Wanita yang diketahui berusia 25 tahun ini mengonsumsi 20 porsi tamales tersebut saat di malam hari Natal (Christmas Eve) hingga akhirnya disebutkan lebih lanjut mengalami kondisi keracunan makan, dan pihak yang berwenang setempat mengatakan bahwa keracunan makanan yang dialami oleh wanita ini disebabkan karena mengonsumsi tamales dalam jumlah yang besar.

BACA JUGA:

Dalam sebuah wawancara, Jose Luis Osegueda selaku dari pihak Red Cross setempat mengatakan bahwa kasus yang dialami oleh wanita Meksiko ini adalah kasus yang langka terjadi, tapi Jose sendiri membenarkan mengkonfirmasi bahwa betul wanita tersebut tiba di Palang Merah dengan kondisi mabuk alias teler.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini