nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Pencuri yang Mengetuk Hati Pesepakbola Muslim Mohamed Salah

Koran SINDO, Jurnalis · Kamis 04 Januari 2018 19:19 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 04 196 1840195 kisah-pencuri-yang-mengetuk-hati-pesepakbola-muslim-mohamed-salah-k5F1JrTjoz.jpg (Foto: Reuters)

SETINGGI-TINGGINYA bangau terbang, jatuhnya ke pelimbahan juga. Ungkapan ini sepertinya dipegang erat pesepak bola Mesir, Mohamed Salah.

Pria yang baru dinobatkan sebagai BBC Football of The Year 2017 ini tidak pernah melupakan tempatnya bermula, Nagrig. Kampung kecil yang jaraknya 146 kilometer dari ibu kota Mesir, Kairo, tersebut bukanlah tempat tinggal elite.

Kondisi perekonomian yang terjadi di kampung itu bisa dikatakan masuk kategori miskin. Setiap warga Nagrig berusaha sebaik mungkin untuk bertahan hidup. Sebagian lain melakukannya dengan cara melawan hukum, seperti mencuri dan keluarga Mohamed Salah pernah jadi korbannya.

Peristiwa itu terjadi ketika Mohamed Salah masih bermain di El Mokawloon. Pencurian terjadi saat seluruh keluarga Mohamed Salah pergi menonton pertandingan El Mokawloon di Alexandria.

Sepulang dari pertandingan tersebut, orang tua Mohamed Salah kaget bukan kepalang melihat rumah mereka dibobol pencuri. Mereka langsung melaporkan pencurian tersebut ke pihak kepolisian.

Tidak butuh waktu lama, pencuri tersebut berhasil tertangkap. Penangkapan itu sampai ke kuping Mohamed Salah. Dia langsung balik ke Nagrig dan minta bertemu dengan pencuri tersebut. Setelah pertemuan tersebut, Mohamed Salah malah meminta polisi agar melepaskan pencuri itu.

Hebatnya lagi, setelah dilepaskan, pesepak bola yang pernah bermain di Fiorentina itu justru memberikan uang kepada pencuri tersebut guna melanjutkan hidup. “Dia malah membantu pencuri tersebut mendapatkan pekerjaan,” kenang ayah Mohamed Salah, Salah Ghaly.

Kebaikan hati Mohamed Salah tidak terjadi hanya saat dia berada di awal karier sebagai pesepak bola. Bahkan, saat dia berada di puncak ketenarannya, dia masih memanfaatkan popularitas dan kekayaannya membantu orang-orang yang ada di Nagrig. Terbaru adalah saat dia membantu sepasang calon suami istri yang tidak bisa menikah karena terbentur masalah biaya.

Mohamed Salah langsung membantu keduanya tanpa pamrih. Segala biaya termasuk pesta pernikahan ditanggung Mohamed Salah. Kepedulian Mohamed Salah pada Nagrig dan wilayah Mesir lainnya memang sangat tinggi.

Dia tidak ingin hanya dirinya saja yang bahagia karena telah sukses besar. Dia menginginkan orang-orang Mesir lainnya juga ikut merasakan kebahagiaan yang sama. Ini dia buktikan ketika Mamdouh Abbas, jutawan Mesir menawarkan sebuah vila supermewah kepada Mohamed Salah karena berhasil membawa Mesir ke Piala Dunia 2018.

Salah dengan halus menolak hadiah tersebut dan meminta Mamdouh Abbas menggantinya dengan donasi kepada warga Mesir dan Nagrig. “Semua orang Mesir tidak hanya orang-orang Nagrig sangat bangga dengan dirinya,” ujar Maher Setia, tokoh senior Nagrig yang juga jadi pengurus wilayah Nagrig.

Berkah untuk Mesir

Mohamed Salah memberikan Mesir napas kehidupan yang membanggakan. Berkat Mohamed Salah, Mesir dipandang oleh masyarakat dunia dengan cara terhormat.

Mesir, sebuah negara yang begitu memesona dalam sejarah dunia. Mesir juga merupakan wilayah dengan peradaban dunia bermula. Semuanya terasa berbeda ketika konflik mendera negara para anbia tersebut. Mesir memang tidak porak-poranda. Hanya saja perpecahan di antara masyarakat Mesir membuat Negeri Kinanah itu terasa berbeda. Kemudian datanglah, Mohamed Salah, seorang pesepak bola berambut kriwil yang tengah merumput di Liga Inggris bersama Liverpool.

Kehadiran Mohamed Salah seolah menghilangkan sekat-sekat perbedaan pandangan politik yang terjadi di Mesir. Pria kelahiran 15 Juni 1992 seolah menyentuh hati masyarakat Mesir lewat setiap gerakannya mengolah si kulit bundar.

Getaran persatuan masyarakat Mesir mencapai puncaknya ketika dua gol Mohamed Salah mengantarkan Mesir lolos ke Piala Dunia 2018 di Rusia nanti. Mohamed Salah seolah mengembalikan Mesir ke peta dunia. Kini Mohamed Salah menjadi ikon tidak hanya bagi para Liverpudlian, tapi juga ma syarakat Mesir.

(Baca Juga: 5 Pesepakbola Muslim Ini Punya Istri Super Cantik yang Bikin Anda Iri)

Dia menjadi pahlawan dan sosok pemersatu bagi negaranya. Setiap kali Liverpool bermain, tidak hanya jutaan pen dukung Liverpool yang mendukungnya, tapi juga jutaan masyarakat Mesir. Tarian Mohamed Salah saat mengolah si kulit bundar di lapangan hijau seolah-olah membius masyarakat Mesir untuk melupakan konflik yang ada. “Pengaruh Salah ke Mesir itu seperti Lionel Messi bagi Argentina,” ujar Ian Wright, mantan pesepak bola Inggris yang pernah membela klub Arsenal.

Besarnya pengaruh Mohamed Salah pada Mesir sampai-sampai membuat Washington Times menulis berita besar-besar “Mesir Punya Pahlawan Baru, Mohamed Salah”.

Presiden Mesir, Abdel Fattah el-Sissi malah membuat seremoni khusus guna mengapresiasi keberhasilan tim nasional sepak bola Mesir lolos Piala Dunia 2018. “Saya ucapkan terima kasih Mohamed. Saya ucapkan terima kasih untuk semua pemain. Tapi saya melihat Mohamed berada dalam tekanan 100 juta penduduk Mesir. Dia harus mencetak gol guna meloloskan kita ke Rusia,” ujar Abdel- Fattah el-Sissi.

Hal yang mungkin dilupakan Abdel-Fattah el-Sissi adalah Mohamed Salah sudah terbiasa dalam tekanan. Pria bernama lengkap Mohamed Salah Ghaly ini lahir dalam tekanan sejak kecil. Karier sepak bola profesional Mohamed Salah tidak tercetak dalam tinta emas. Saat hijrah dari klub Swiss, Basel ke Chelsea FC, Mohamed Salah paham betul bagaimana rumitnya Liga Inggris. Digadang-gadang sebagai pengganti gelandang Spanyol, Juan Mata yang dibeli Manchester United, Mohamed Salah justru under perform .

Chelsea malah langsung membuang Mohamed Salah ke Lega Calcio Serie A, Italia, Fiorentina. Hal tersebut tidak membuat Mohamed Salah patah arang. Dia memanfaatkan proses alienasi tersebut dengan berusaha tampil lebih baik lagi. Hanya saja hal tersebut tidak membuat Chelsea tertarik membawa pulang Mohamed Salah. Dia malah dipinjamkan sekali lagi ke klub Liga Italia lainnya AS Roma. Di klub asal Roma tersebut, Mohamed Salah menjelma seorang pesepak bola yang mumpuni.

(Baca Juga: Pakai Abaya dan Hijab, Begini Cantiknya Para Istri dan Pacar Pemain Real Madrid)

Selama dua musim membela AS Roma, Mohamed Salah berhasil mencetak 34 gol. Kemampuan Mohamed Salah kemudian mencuri perhatian pelatih Liverpool FC, Juergen Klopp. Pada musim 2017, dia langsung dikontrak agar menambah daya gedor Liverpool.

Bersama Liverpool, Mohamed Salah membuktikan kualitasnya. Dia mampu menepis mimpi buruk saat berkiprah di Liga Inggris bersama Chelsea. Bersama Liverpool, saat ini Mohamed Salah telah mencetak 19 gol.

“Catat, Mohamed Salah adalah pemain yang harus diawasi di Piala Dunia 2018,” tulis Neymar Jr seusai melihat Mohamed Salah mencetak dua gol saat Liverpool berhasil mengalahkan Leicester 2-1 baru-baru ini.

Komitmen Mohamed Salah yang tinggi memang bukan datang dengan gratis. Sejak kecil Mohamed Salah sudah menempa dirinya dengan kerja keras dan pengorbanan. Untuk berlatih sepak bola, pria yang pernah menjadi Best Arab Player of 2016 ini harus menempuh perjalanan jauh. Saat anak-anak muda lainnya berlatih sepak bola diantar orang tua mereka, Mohamed Salah justru pergi sendiri dengan menggunakan transportasi umum.

“Awalnya saya berlatih di dekat-dekat rumah yang hanya berjarak se - tengah jam de ngan bus. Se telah itu, saya la tihan dengan klub se pak bola Tanta yang jaraknya satu setengah jam dengan bus. Makin jauh lagi saat saya diterima di Arab Contractors yang perjalanan mencapai 4,5 jam dengan bus,” kata Mohamed Salah.

Karena jauhnya tempat latihan, Mohamed Salah terpaksa harus meminta izin dari sekolah agar diizinkan belajar hanya selama dua jam. Setiap jam 9 pagi, Mohamed Salah meninggalkan sekolah dan langsung berangkat latihan sepak bola.

Perjalanan menuju tempat latihan memakan waktu 4,5 jam dimana dia sampai pada jam 2 siang dan langsung latihan. Seharusnya Mohamed Salah menghentikan latihan pada jam 4 namun karena waktunya dirasa kurang dia terus berlatih hingga jam 6 malam.

“Setelah itu, saya pulang dengan berganti-ganti bus sampai empat kali. Saya lakukan hal ini selama 5 hari dalam seminggu,” kenang Mohamed Salah. Kondisi ekonomi sulit tidak membuat Mohamed Salah patah arang.

(Baca Juga: Zidane Ingin Tukar Bale dengan Mohamed Salah)

Dia tetap berupaya untuk tetap pergi berlatih sepak bola. Meski tidak punya uang, dia beruntung banyak sopir bus sudah mengenalnya karena terlalu sering menggunakan bus.

Semangat inilah akhirnya membawa Mohamed Salah kepada tugas suci yang tidak pernah dia pikirkan sebelumnya, mengangkat nama negara ke pentas dunia dengan cara terhormat. “Mungkin kalau saya bukan pesepak bola hal ini akan jadi lebih sulit lagi,” katanya.

1 / 4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini