nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nikmatnya Durian dan Lempok Bumi Sebalo yang Murah Meriah

Ade Putra, Jurnalis · Kamis 04 Januari 2018 11:59 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 04 298 1839868 nikmatnya-durian-dan-lempok-bumi-sebalo-yang-murah-meriah-0PS6bxyPxR.JPG (Foto: Instagram)

MUSIM durian telah tiba. Masyarakat di Kalimantan Barat sudah pasti tidak akan kesulitan menemukan buah berkulit duri itu. Sebab, keberadaan king of fruit atau rajanya segala buah itu merata hampir di setiap wilayah, tak terkecuali di Kabupaten Bengkayang.

Di depan Taman Sebalo Bengkayang, selalu padat para penikmat dan pecinta buah yang memiliki aroma menyengat tersebut. Di lokasi ini, ada dua jenis durian yang disuguhkan. Bila durian berasal dari Sungai Betung, bentuknya kecil dan isi atau daging kurang tebal. Harganya berkisar Rp15 ribu-Rp60 ribu per buah.

Lalu, bila durian asal daerah Lumar Madi, bentuk dan isi yang lebih besar. Harga dibandrol mulai dari Rp25 ribu hingga Rp70 ribu per buah. “Durian yang saya jual ini semuanya dari Sungai Betung. Saya jual setahun sekali di sini,” kata Ilman, salah satu penjual durian dadakan di depan Taman Kota Bengkayang.

Ia mengatakan, untuk rasa dan kualitas durian khas Bengkayang tidak perlu diragukan. “Durian ini dari proses muncul bunganya sampai buahnya jatuh itu makan waktu sekitar 6 bulan. Kalau saya hanya beli dari petani durian yang punya pohonnya terus saya jual lagi,” terangnya.

Selain dapat dinikmati langsung, durian asli Bengkayang ini juga bisa diolah menjadi dodol atau akrab disebut lempok durian. Lempok di Bumi Sebalo ini juga terkenal.

(Baca Juga: Bagai Pinang Dibelah Dua, Hijabers Asal Mesir Ini Mirip Penyanyi Dunia)

Soal lempok, proses pembuatanya cukup mudah. Bahan utamanya, cuma daging durian (isi yang dipisahkan dari kulit dan biji) serta gula. Sekilas caranya, masak daging durian hingga sedikit mengubah warnanya. Kemudian campur dengan gula. Perbandingannya, tiga durian dan satu gula. Lalu aduk terus selama 2 jam atau sampai merata.

“Dalam satu wajan yang kita aduk, isinya 15 kilogram durian dicampur dengan 5 kilogram gula. Satu wajan bisa menghasilkan 18 kilogram lempok,” jelas Martini salah seorang pembuat lempok durian di Bengkayang.

(Baca Juga: 386.000 Bayi Lahir saat Tahun Baru 2018, Indonesia Peringkat 5 Besar)

Wanita paruh baya ini, telah menggeluti pekerjaan sebagai pengaduk lempok selama 20 tahun. Dia mengaku dalam sehari dapat menghasilkan sekira 400 kilogram lempok durian. Itu bila musim durian datang. “Kita ada tiga orang pengaduk, jadi dalam satu hari saja kita semua bisa mengaduk 28 wajan. Jika dikalikan 18 kilogram kan bisa mencapai 400 kilogram, biasa lebih,” jelasnya.

(Baca Juga: Mau Beli Durian? Simak Dulu Cara Memilihnya)

Masalah harga, kata Martini, lempok khas Bengkayang ini masih relatif murah. Kisaran harga Rp80 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram. Harga tergantung dari banyaknya permintaan konsumen serta harga pasaran durian. “Kalau sekarang sih lagi mahal, kan baru musim berbuah, ini” tutupnya.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini