nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Asyik! Bunker Belanda di Balai Kota Solo Dibuka untuk Umum, Gratis Lho

Bramantyo, Jurnalis · Kamis 04 Januari 2018 12:43 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 04 406 1839902 asyik-bunker-belanda-di-balai-kota-solo-dibuka-untuk-umum-gratis-lho-rgsEXtumWa.jpg (Foto: Antara)

SOLO - Bangunan bersejarah peninggalan kolonial Belanda berupa bunker yang ditemukan di bawah Gedung Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil komplek Balai Kota Solo pada 2012 lalu, akan dibuka untuk umum.

"Kita buka untuk umum sehingga masyarakat bisa melihat bunker. Sekaligus, bisa jadikan wisata dan spot foto selfie dan foto prewed, gratis tidak dipungut biaya," jelas Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, Rabu (3/2/2018).

Sejak pertengahan 2017 lalu benteng berukuran 16 X 24 meter itu sudah direstorasi dan menelan biaya hingga Rp747,8 juta.

Bunker ini, dulu, kemungkinan digunakan pemerintah kolonial untuk menyimpan uang milik Bank Belanda yang saat ini menjadi Bank Indonesia perwakilan Surakarta ataupun sebagai lokasi perlindungan.

Diperkirakan masih ada bunker lain yang belum ditemukan, sehingga total ada 2 bunker yang berada di dalam komplek Balai Kota Solo. Bangunan tersebut diperkirakan dibuat pada tahun 1800-an.

Meski bakal dibuka untuk umum secara gratis, Pemkot Solo akan terus mempercantik bunker sehingga bisa menjadi ikon wisata baru di Kota Bengawan. Penataan meliputi rencana pembangunan gazebo, serta pemenuhan sarana dan prasarana pendukung seperti diorama tentara.

(Baca Juga: Bagai Pinang Dibelah Dua, Hijabers Asal Mesir Ini Mirip Penyanyi Dunia)

Lantaran itu Rudy mengingatkan kepada para pengunjung untuk tidak melakukan aksi vandalisme serta tindakan lain yang dapat merusak cagar budaya.

(Baca Juga: Tim Arkeolog Temukan Artefak di Bungker Balkot Solo)

Sementara itu, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Solo Taufan Basuki mengatakan bunker di kompleks Balai Kota Solo ditemukan pada 2012 silam dan diteliti tim arkeologi dari Yogyakarta.

(Foto: Bramantyo/Okezone)

(Baca Juga: 386.000 Bayi Lahir saat Tahun Baru 2018, Indonesia Peringkat 5 Besar)

Hasil kajiannya memberi petunjuk pasti pemanfaatan bungker di masa lalu. Yakni, bangunan tersebut digunakan sebagai tempat menyimpan benda dan pertahanan pada masa kolonial dulu.

(Baca Juga: Bunker di Balai Kota Solo Biasa Disebut Guwa Landa)

“Kemudian kami restorasi pada 2017 lalu. Meskipun persoalan rembesan air belum bisa kami diselesaikan 100 persen,” katanya dikutip dari Solopos.com.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini