nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bahaya Jenis Narkoba seperti yang Dikonsumsi Jennifer Dunn

Maharani Putri Sabillah, Jurnalis · Kamis 04 Januari 2018 11:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 04 481 1839841 bahaya-jenis-narkoba-seperti-yang-dikonsumsi-jennifer-dunn-MdfRAHN0Fz.jpg Ilustrasi (Foto: Dok.Okezone)

SEPERTI yang kita tahu, segala bentuk narkotika dilarang hampir di seluruh negara di dunia ini. Pelarangan tersebut tentu ada alasannya. Ya, narkotika dilarang karena bersifat adiktif dan berbahaya bagi kesehatan tubuh.

Salah satu jenis narkotika yang perlu diperhatikan ialah sabu-sabu. Sabu-sabu atau metamfetamin adalah jenis salah satu narkotika yang berbentuk seperti serbuk kristal putih, tidak berbau, dan mudah larut dalam air atau alkohol.

Saat sabu kali pertama masuk ke dalam tubuh manusia akan memberikan efek dan dampak yang besar, baik efek positif maupun efek negatif.

Dilansir dari ABC Australia, Kamis (4/1/2018), banyak orang menggunakan zat ini untuk mendapatkan efek euforia, yakni perasaan nyaman atau gembira yang berlebihan. Selain itu, obat ini juga menimbulkan efek peningkatan kepercayaan diri, energi, keberanian, dan libido, serta menjernihkan pikiran.

Dan juga, salah satu hal yang mungkin dianggap menarik bagi pemakai sabu ialah zat ini tidak membuat pemakai mengalami sedasi atau kehilangan kesadaraan. Tidak seperti heroin atau ganja, sabu-sabu membuat pemakainya tetap terjaga dan konsentrasi.

Efek-efek tersebutlah yang membuat banyak artis senang mengonsumsinya. Terutama untuk alasan ingin meningkatkan kepercayaan diri dan selalu tampil fit dalam setiap kesempatan. Maka, obat terlarang ini digunakan.

Dan baru-baru ini, artis Tanah Air yang diberitakan mengonsumsi narkotika jenis sabu ialah Jennifer Dunn. Wanita yang lahir pada 10 Oktober 1989 itu terciduk polisi tengah mengonsumsi sabu seberat 0,6 gram dan kini ia dinobatkan menjadi artis pertama di tahun 2018 yang tersangkut atas kasus penyalahgunaan narkoba.

Namun, selain efek menyenangkan di atas, sebenarnya sabu juga menimbulkan efek negatif yang lebih besar daripada efek positifnya, tentunya sangat berbahaya. Sabu bisa membuat seseorang timbul gejala psikosomatik, paranoid, halusinasi, dan agresivitas. Selain itu, pemakai yang sudah kecanduan dengan obat ini juga akan menarik diri dari lingkungannya.

Dan jika dilihat dari dampak fisiknya, sabu memberi bahaya bagi otak. Ketika diminum berulang kali dari waktu ke waktu, sabu bisa menyebabkan kerusakan permanen pada sel saraf otak. Konsekuensi yang diketahui dari dampak sabu pada kesehatan otak ialah gangguan memori, kurangnya kemampuan untuk berpikir, dan tidak bisa mengatur dorongan kekerasan. Maka dari itu, pemakai juga menjadi lebih mudah dalam melakukan kejahatan, seperti pencurian, pemerkosaan, pedofilia, pembunuhan, dan lain-lain.

Juga, jika sabu dikonsumsi dalam jagka panjang, sabu bisa menimbulkan gejala parkinson, risiko stroke, gagal ginjal, dan bahkan kematian

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini