nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Inilah Praktik Pelecehan Seksual yang Dilakukan Suami kepada Istri

Vessy Frizona, Jurnalis · Sabtu 06 Januari 2018 00:49 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 05 196 1840833 inilah-praktik-pelecehan-seksual-yang-dilakukan-suami-kepada-istri-eOLmN3QSzw.jpg Ilustrasi (Foto: Familyshare)

PELECEHAN seksual bukan saja dilakukan dalam hubungan yang bukan dengan pasangan resmi. Di dalam hubungan resmi, seperti suami-istri ternyata masih saja terjadi pelecehan seksual.

Biasanya pelecehan dilakukan suami terhadap istri. Ini mengerikan tetapi wanita kerap merasakannya. Kalau pelecehan seksual terjadi dalam pernikahan, ke manakah istri harus mencari pertolongan? Melansir dari Familyshare, Sabtu (6/1/2018) inilah bentuk praktik pelecehan seksual dalam hubungan suami-istri.

Istri setuju berhubungan hanya karena takut

Pelecehan seksual dan penganiayaan fisik biasanya berhubungan, jadi jika korban mengalami pelecehan seksual, kemungkinan besar dia merasa disiksa secara fisik. Jika istri melakukan hubungan hanya karena diancam oleh suami padahal dia tidak ingin melakukan, maka itu termasuk paraktik pelecehan seksual. Misalnya diancam akan disiksa atau ditinggalkan.

Menolak melakukan hubungan dengan alat kontrasepsi

Para ahli mengatakan pelecehan seksual termasuk dipaksa melakukan hubungan seks yang merendahkan. Misalnya, istri ingin melakukan hubungan jika suami menggunakan alat kontrasepsi, ketika suami menolak, maka itu pelecehan.

Memaksa untuk tidak hamil

Ketika suami memaksa istri untuk tidak hamil bahkan melakukan aborsi setelah melakukan hubungan, ini adalah pelecehan. Ini adalah keputusan besar yang harus dipertimbangkan secara serius dengan pasangan.

Menghukum dengan tidak berhubungan seks

Ketika suami menghukum istri dengan tidak melakukan hubungan seks dalam waktu tertentu sebagai bentuk hukuman atas sebuah kesalahan. Secara psikologis ini adalah pelecehan. Masalah biasa diselesaikan dengan cara bicara berdua atau berkonsultasi dengan ahlinya.

Menghina salah satu bagian tubuh

Pelecehan seksual juga datang dari ucapan yang merendahkan hingga terjadi kontak fisik yang tidak tepat. Misalnya pasangan menghina tubuh dan penampilan Anda. Cinta yang penuh kasih tidak akan merendahkan harga diri.

Tidak boleh menolak

Itu tubuh Anda. Bila Anda mengatakan "tidak," dia harus menghormati itu. Keintiman adalah keputusan bersama antara dua orang, apalagi bagi pasangan yang sudah menikah. Jadi jika pasangan menolak karena sedang tidak ingin, jangan paksa dia karena mereka punya hak untuk melakukan apa yang mereka inginkan.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini