nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pentingnya Mengajak Ngobrol Balita untuk Kecerdasan Otak Mereka

Ajeng Dwiri Banyu, Jurnalis · Minggu 07 Januari 2018 18:29 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 07 196 1841270 pentingnya-mengajak-ngobrol-balita-untuk-kecerdasan-otak-mereka-0w1h91RiDg.jpg Ajak Bayi Ngobrol (Foto: Dailymail)

Mengajak anak mengobrol sejak mereka masih bayi atau bahkan saat masih dalam kandungan ternyata memiliki manfaat yang sangat banyak. Penelitian juga menunjukkan bahwa sering mengajak anak berbicara mulai usia bayi tumbuh bisa menjadikan mereka lebih pintar.

Periset mengungkapkan bahwa berbicara dengan bayi bisa meningkatkan kemampuan berbicara anak dan bahkan bisa membantu orang dewasa mempelajari bahasa kedua. Suara, irama, dan nada orang dewasa adalah sesuatu yang seharusnya dipelajari oleh bayi sejak masih kecil.

Dalam sebuah studi menyebutkan bahwa 94% bayi ditunjukkan berbagai gambar oleh orang tuanya, 80% dibacakan cerita, dan 66% selalu diajak berbicara oleh orang tuanya. Hasilnya pun menunjukkan bahwa berbicara dengan bayi mampu meningkatkan keterampilan komunikasinya sebanyak 4 kali lipat lebih besar dibanding dengan yang dibacakan cerita atau ditunjukkan gambar.

Suzanne Egan, seorang dosen Psikologi di University of Limerik Mary Immaculate College mengaku terkejut dengan hasil penelitian tersebut. “Kita berpikir efek positif dari membacakan berita akan lebih besar daripada mengajak bicara.” ujarnya seperti dilansir Daily Mail, Minggu (7/1/2018).

Mengajak bayi berbicara bisa membuat anak dapat membedakan suara yang sering didengarnya dengan suara asing yang baru pertama kali didengar. Hal ini akan membuat anak saat berusia 11 bulan sudah bisa berbicara dengan bahasanya sendiri dan mulai mengerti dan membedakan bahasa yang digunakan ibu mereka dengan bahasa asing lainnya.

American Academy of Pediatrics (AAP) mengatakan dalam sebuah pernyataan kebijakan bahwa rutinitas menceritakan sesuatu kepada bayi akan sangat bermanfaar bagi anak untuk membantu membangun kosakata mereka.

Namun, APP juga merekomendasikan untuk tidak membiarkan anak-anak menonton televisi saat masih berusia di bawah dua tahun karena TV dapat mempengaruhi perkembangan bahasa pada anak. Sebuah studi terpisah dari Hollins University di Virginia memperingatkan bahwa kebisingan dari TV dapat membuat kemampuan bahasa bayi terpengaruhi dengan hal-hal yang tidak patut untuk didengar.

Untuk itu, para ilmuwan ini mengharapkan mulai dari sekarang para orangtua harus lebih banyak mengajak anak berbicara daripada membiarkan mendengar suara-suara asing dari TV meski mereka belum mengerti apa yang orang tuanya bicarakan.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini