nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Alasan Anak Aktif Bermain di Masa Pertumbuhannya

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Senin 08 Januari 2018 18:16 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 08 196 1841866 ini-alasan-anak-aktif-bermain-di-masa-pertumbuhannya-618CztlNZM.jpg Tumbuh kembang anak (Foto:Ist)

MENYAKSIKAN anak-anak tumbuh dengan sehat merupakan salah satu momen berharga bagi setiap orangtua. Tahap perkembangan atau tumbuh kembang anak sebetulnya terdiri dari beberapa tahap. Pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) ditetapkan sebagai periode emas. Di masa inilah anak membutuhkan asupan nutrisi serta imunisasi lengkap agar terhindar dari penyakit serta membantu menstimulasi perkembangan otak mereka.

Setelah melewati periode emas, anak-anak atau balita akan memasuki tahap “The Play Years” atau dapat dikatakan sebagai masa eksplorasi yang dilakukan dengan cara bermain. Di masa inilah aktivitas anak akan semakin meningkat.

“Memasuki usia 2-6 tahun anak-anak cenderung lebih aktif disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah jam tidurnya yang masih panjang. Untuk mengimbangi pola tidur mereka, anak membutuhkan aktivitas atau kegiatan bermain setidaknya 5 jam sehari,” tutur Roslina Verauli, seorang psikolog anak, saat dihubungi Okezone via telepon.

Lebih lanjut Vera menjelaskan, kegiatan bermain anak pun terbagi menjadi dua kategori yakni, bermain aktif dan pasif. Bermain aktif memiliki arti bahwa anak-anak lah yang melakukan kegiatan tersebut dengan upaya mereka sendiri. Contohnya seperti bermain bola, lari, memanjat pohon, bermain lompat karet, berenang, atau menggambar.

BACA JUGA:

Rayakan Ulang Tahun Pernikahan, Pasangan Ini Main di Lumpur Pakai Gaun Pengantin

Untuk kategori bermain pasif, anak-anak tidak melakukan sendiri kegiatan tersebut tetapi menikmati sesuatu yang telah disuguhkan seperti bermain video game, gadget, hingga menonton film. Dari kedua kegiatan tersebut, mereka belajar untuk memahami dan mengeksplorasi diri mereka sendiri, perilaku orang dewasa, lingkungan sekitar, dan berbagai konsep tentang kehidupan.

“Kelihatannya memang terlihat sedang bermain, tetapi jika ditilik lebih jauh kegiatan bermain ini merupakan sarana untuk mengembangkan emosi-emosi positif dan melepaskan ketegangan dari emosi negative mereka. Sebagai contoh, anak yang tertekan akan menyalurkan emosi negative mereka dengan melakukan permainan agresif seperti bermain pedang-pedangan,” jelas wanita yang terlibat sebagai konsultan psikolog anak dalam film terbaru Ernest Prakasa bertajuk Susah Sinyal.

Selain penjelasan diatas, Vera juga memaparkan beberapa poin penting yang harus diketahui orangtua agar aktivitas bermain atau eksplorasi anak dapat berjalan secara maksimal.

BACA JUGA:

Kalau Sudah Paham Hal Ini, Berarti Anda Sudah Siap Menikah

1. Orang tua harus memastikan anak mendapatkan waktu bermain yang cukup. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, pastikan anak mendapatkan waktu bermain setidaknya 5 jam sehari.

2. Kegiatan bermain pun harus fun dan tidak boleh dipaksakan. Anda dapat memberikan opsi. Misalnya hari ini mau main sepak bola atau menggambar, lalu biarkan anak memilih.

3. Fasilitasi anak untuk bermain aktif dan pasif. Kendati demikian, Anda juga harus memastikan bahwa jenis permainan yang mereka lakukan child friendly (ramah anak), dan harus diawasi.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini