nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Banyak Makan Tapi Tetap Kurus? Ternyata Ini Alasannya

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 09 Januari 2018 07:39 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 08 298 1841939 banyak-makan-tapi-tetap-kurus-ternyata-ini-alasannya-DFJAg7NbS0.jpg Banyak makan (Foto: Freepressjournal)

KITA semua pasti memiliki satu orang teman, di lingkungan kita yang hobi makan dalam porsi besar namun tubuhnya tetap fit dan proporsional bahkan tidak sedikit juga yang kurus, walaupun yang dimakan sangat berlemak.

Untuk yang bobot tubuhnya mudah sekali naik setiap kali habis makan besar, memiliki orang terdekat dengan kondisi di atas seperti itu pasti bikin iri ya? Kebanyakan dari kita, berpikir orang-orang yang hobi makan banyak namun tubuhnya tetap tidak bertambah gemuk ini adalah orang-orang yang mendapatkan berkah spesial.

Pada dasarnya ada sederet alasan loh mengapa ada sederet orang yang hobi makan banyak namun tetap tidak bertambah berat badannya. Apa saja yang alasannya? Berikut paparan singkatnya, sebagaimana dikutip Ndtv, Selasa (9/1/2018).

Pendekatan psikologis

Pendekatan psikologis di sini maksudnya adalah bisa mengetahui dengan jelas perbedaan antara lapar sungguhan atau lapar mata. Sejauh ini, mereka yang bertubuh gemuk cenderung kurang mahir dalam membedakan mana yang lapar sungguhan atau hanya lapar mata.  

Makan tidak terburu-buru 

Take it slow, bisa dibilang ini adalah mantra wajib dalam hal makan bagi orang-orang yang fit dan kurus. Orang-orang yang memiliki kebiasaan mengunyah makanannya dengan perlahan, disebutkan tidak mengalami banyak kenaikan berat badan. Hal itu disebabkan ada kemungkinan otak memberi tanda pada tubuh rasa kenyang yang lebih cepat. Dengan cara ini Anda akan makan lebih sedikit dan tetap merasa kenyang. Teknik serupa juga hadir dalam ajaran Hindu dan Tionghoa kuno.

Tidur layak dan cukup 

Kortisol adalah hormon yang memicu kelaparan dan menyulitkan tubuh untuk memetabolisme karbohidrat dan lemak. Kondisi kurang tidur diketahui dapat memicu produksi hormon-hormon yang bisa membahayakan tubuh, ketimbang mendatangkan kebaikan untuk tubuh. Orang-orang yang makan banyak namun memiliki kuantitas tidur yang cukup dan kualitas tidur yang baik, cenderung tubuhnya tetap fit, proporsional bahkan kurus.

NEAT

Adalah sinonim dari Non-exercise Activity Thermogenesis, yang di mana artinya adalah pergerakan tubuh diluar gerakan olahraga latihan tradisional dan konvensional. Misal contohnya, berjalan-jalan sambil berbicara melalui telepon, memutar-mutar jari saat duduk, dan lain-lain. Menurut American Council on Exercise, NEAT dapat meningkatkan metabolisme tubuh hingga 50%! . Kemungkinan, orang-orang yang makan banyak namun tetap kurus sehari-harinya rutin melakukan kebiasaan ini.

Hormon

Leptin, yang dikenal sebagai hormon rasa lapar akan menandakan otak apakah Anda memiliki cukup energi atau tidak untuk melakukan aktivitas rutin. Jadi, orang yang bertubuh kurus memiliki tingkat sensitivitas atau produksi leptin yang lebih tinggi, membuatnya lebih mudah untuk menurunkan berat badan serta juga mengendalikan hasrat atau keinginan.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini