nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jangan Asal Foto di Museum Ullen Sentalu, Hati-Hati Diganggu Makhluk Tak Kasat Mata

Annisa Aprilia, Jurnalis · Selasa 09 Januari 2018 06:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 08 406 1842033 jangan-asal-foto-di-museum-ullen-sentalu-hati-hati-diganggu-makhluk-tak-kasat-mata-jMhOHdUX15.jpg Museum Ullen Sentalu (Foto: rachelxhann/Instagram)

SAAT mengunjungi sebuah museum, biasanya ada sederet aturan yang mesti ditaati oleh para pengunjung. Mulai dari menitipkan barang bawaan, tidak boleh membawa makanan dan minuman ke dalam ruang pameran, hingga dilarang memotret menggunakan lampu tembak kamera alias flash.

Begitu pun pada Museum Ullen Sentalu, kurang lebih memiliki aturan yang sama perihal mengabadikan momen dalam museum. Namun, perbedaannya, pengunjung hanya diperbolehkan memotret di ruangan tertentu saja, dan tidak diizinkan memotret di ruangan yang dilarang.

Alasannya bukan karena khawatir merusak benda bersejarah, tapi lebih terkesan mistis. Pengunjung hanya diperbolehkan untuk berfoto di Borobudur relief dan tidak di bagian museum lainnya.

Peraturan tersebut dibuat karena di ruangan museum lainnya masih dipercaya dihuni oleh putri-putri bangsawan yang berasal dari generasi terdahulu. Jika pengunjung melanggar aturan yang telah dibuat, sebagai ganjarannya arwah putri-putri tersebut konon akan mengganggu pengunjung, karena mereka telah merasa keberadaannya terganggu.

 

(Foto: rachelxhann/Instagram)

Alasan lainnya, seperti yang berhasil Okezone rangkum dari pengalaman para traveler dari berbagai sumber, Selasa (9/1/2018), tak lain karena konsep museum yang living museum menjadikan benda-benda bersejarah yang dipamerkan akan diubah tata letaknya dalam kurun waktu tertentu. Tentu ada hubungannya dengan foto, pengunjung akan merasakan pengalaman yang berbeda-beda tiap kali datang ke sini, pasalnya tata letak benda-benda akan terus berubah. Jadi, akan sia-sia jika mengabadikannya.

Selain dari cerita misteri yang melatarbelakangi perizinan pengambilan foto, perubahan tata letak setiap periodenya, pengunjung juga akan merasakan pengalaman melihat museum yang berbeda. Sebab, dalam museum yang memamerkan benda-benda peninggalan dari zaman Mataram ini, berada di ruang terbuka. Seperti tiga buah patung yang menggambarkan sosok layaknya majikan (ratu), sementara dua patung lainnya berlutut.

Baca Juga:

 

(Foto: g_hanafiah/Instagram)

Nama Ullen Sentalu juga memiliki filosofi yang dalam. Menurut berbagai sumber yang dikumpulkan, Ullen Sentalu merupakan singkatan dari Ulating bLENcong Sejatine TAtaraning LUmaku, yang berarti nyala lampu blencong yang merupakan petunjuk manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan. Lampu blencong juga diambil perumpamaannya dari lampu minyak yang biasa dipergunakan ketika pertunjukan wayang kulit digelar.

Penasaran dan ingin menyaksikan sendiri keunikan museum yang sempat menyabet museum terbaik ini? Anda bisa menuju ke Jalan Kaliurang, Yogyakarta dan terus jalan ke arah utara sekira 18 kilometer. Lalu, ambil arah ke Museum Ullen Sentalu. Penting untuk diketahui, jika Anda ke museum dengan naik angkutan umum, transportasi hanya tersedia hingga pukul 14.00 saja, sebaiknya gunakanlah kendaraan pribadi.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini