nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Niat Hati Melegakan Tenggorokan si Anak dengan Balsem, Ibu Asal Meksiko Ini Malah 'Membunuh' Anaknya Sendiri

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 08 Januari 2018 13:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 08 481 1841627 niat-hati-melegakan-tenggorokan-si-anak-dengan-balsem-ibu-asal-meksiko-ini-malah-membunuh-anaknya-sendiri-BfFNM15mhc.jpg Anak Bayi (Foto: Topbuzz)

MENGETAHUI anaknya sakit, tentu membuat setiap orangtua khawatir. Sekalipun itu penyakit yang terbilang ringan, seperti flu atau demam.

Namun, kisah ini memberikan pelajaran pada setiap orangtua agar lebih cerdas dalam menggunakan suatu obat atau setidaknya memahami betul peringatan yang tertulis di kemasan.

Ya, dikabarkan Top Buzz, Senin (8/1/2018) ada seorang ibu asal Meksiko yang bertindak konyol dengan mengoleskan balsem ke hidung dan dada bayinya yang masih berusia 2 tahun. Anda semua mungkin tahu bahwa balsem adalah obat oles yang tidak diperuntukan untuk bayi berusia di bawah 3 tahun.

Balsem sendiri merupakan obat untuk hidung tersumbat, demam, atau flu, yang pemakaiannya dioles di sendi atau otot yang nyeri. Penggunaan balsem pun biasanya hanya pelengkap obat oral yang mungkin direkomendasikan dokter Anda.

Meskipun memiliki manfaat yang baik untuk demam, namun balsem sekali lagi tidak direkomendasikan untuk anak di bawah 3 tahun! Seorang ibu Meksiko menceritakan tragedi menyedihkan ini dan niatnya adalah untuk memperingatkan orang tua lainnya dan mencegah orang lain mengalami hal serupa, membuat anaknya meninggal dunia!

Kisah bermula saat ibu ini pulang dari pekerjaannya dan seperti biasa dia mencium anaknya yang sudah terlelap. Namun, kala itu anaknya kurang enak badan. Tubuhnya panas. Dia berasumsi bahwa si anak demam biasa.

Alhasil, karena menganggapnya bukan penyakit serius, dia pun tidak segera membawa anaknya ke rumah sakit, melainkan mencobanya untuk pengobatan rumah saja. Balsem itu pun dipakai!

Dia mengusap balsem di dada si kecil dan di bawah hidungnya untuk membantunya bernapas sedikit lebih mudah. Lalu, dia menaruh balsem itu di samping bayinya. Tujuannya agar aroma balsem bisa dihirup si anak, pernapasannya pun lancar!

Karena di ibu sangat lelah, dia pun tertidur di samping anaknya. Ketika terbangun beberapa jam kemudian, dia menyadari bahwa anaknya tidak bernafas. Dia segera membawanya ke rumah sakit untuk menyelamatkannya. Sayangnya, itu semua sudah terlambat, bayinya sudah meninggal.

Menurut ahli medis, anak tersebut meninggal karena radang di jalur pernafasan yang dihasilkan oleh kamper yang terkandung dalam balsem.

Ibu ini tidak bisa membayangkan bahwa penggunaan obat rumah ini akan berakibat fatal. Dia ingin membantu bayinya bernafas, tapi balsem itu justru memberi dampak sebaliknya.

Perlu Anda ketahui, balsem adalah pengobatan yang efisien untuk orang dewasa, namun bila menyangkut bayi berusia kurang dari 2 tahun, balsem malah meningkatkan pembentukan lendir sebanyak 60%. Lendir yang terakumulasi di trakea ini yang kemudian menghalangi si anak bernapas.

Pada label produk ini sebetulnya ada peringatan bahwa salep tersebut dikontraindikasikan dan sebaiknya tidak digunakan untuk anak-anak di bawah umur 3 tahun.

Sayangnya, ibu asal Meksiko ini tidak membaca labelnya dan tidak memperhatikan peringatan itu.

Terlepas dari kenyataan bahwa pengobatan rumah tertentu dapat digunakan untuk beberapa penyembuhan, Anda tetap mesti membaca ulang peringatan yang ada di kemasan. Selain itu, Anda juga harus memastikan bahwa obat tersebut memang baik untuk kesehatan Anda atau tidak pada dokter atau apoteker sebelum Anda membawanya pulang ke rumah!

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini