nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Alasan Kurang Tidur dari 8 Jam Bisa Sebabkan Depresi

Tiara Putri, Jurnalis · Senin 08 Januari 2018 14:36 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 08 481 1841668 alasan-kurang-tidur-dari-8-jam-bisa-sebabkan-depresi-ynkXqC6ruM.jpg Ilustrasi (Foto: Independent)

KURANG tidur sering dikaitkan dengan masalah kesehatan. Idealnya setiap orang tidur rata-rata 6-8 jam per hari. Akan tetapi tidak semua orang bisa mendapatkannya. Alasannya pun beragam, mulai dari mengerjakan tugas yang dikejar deadline hingga mengalami gangguan tidur.

Kini sebuah penelitian baru mengungkapkan orang-orang yang kurang tidur dari delapan jam semalam lebih mungkin mengalami depresi dan kegelisahan. Kemungkinan lebih besar terjadi pada orang-orang yang memiliki insomnia. Hasil itu didapat setelah peneliti dari Binghamton University menganalisis 52 orang dewasa tentang pemikiran negatif berulang atau RNT yang menyebabkan kesedihan, kegelisahan, dan stres.

Peserta penelitian diwawancara guna mengetahui pola tidur dan memantau gerakan mata setelah diperlihatkan gambar yang memicu respons emosional serta gambar netral. Setelah diteliti ternyata mereka yang tidur kurang dari delapan jam menghabiskan waktu lebih banyak untuk melihat gambar negatif secara emosional. Hal itu menunjukkan mereka tidak dapat melepaskan diri dari gambar negatif yang dilihat.

"Dari hasil penelitian, kami menemukan orang-orang memiliki beberapa kecenderungan untuk memiliki pikiran negatif yang terjebak di kepala mereka karena kurang tidur. Pemikiran negatif yang tinggi membuat mereka sulit untuk melepaskan diri dari rangsangan negatif yang dihadapinya," ujar salah seorang peneliti, Profesor Meredith Coles seperti yang dikutip dari Independent, Senin (8/1/2018).

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Behavior Therapy dan Experimental Psychiatry itu mengungkapkan pemikiran negatif berulang memiliki hubungan yang relevan dengan beberapa gangguan seperti kecemasan dan depresi. Kemampuan orang-orang yang kurang tidur untuk mengatasi pikiran negatif dan melepaskan diri dari emosi negatif dinilai lebih rendah dibanding mereka yang memiliki cukup tidur.

Berdasarkan hasil tersebut, peneliti memutuskan untuk mempelajari lebih lanjut kontribusi durasi tidur terhadap gangguan psikologis. Peneliti berharap akan menemukan hasil tambahan yang berguna untuk psikolog. Dengan begitu, orang-orang yang sering mengalami kurang tidur atau insomnia dapat mengatasi kecemasan dan depresi karena mendapatkan istirahat malam yang lebih baik.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini