Alasan Ilmiah Mengapa Seseorang Sangat Membenci Keju

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 10 Januari 2018 05:30 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 09 298 1842448 alasan-ilmiah-mengapa-seseorang-sangat-membenci-keju-HubsyYqSkM.jpg Alasan orang membenci keju (Foto:Bristolrising)

KEJU merupakan salah satu bahan makanan yang cukup digemari oleh para pencinta kuliner di dunia. Selain karena teksturnya yang lembut, sensasi rasa gurihnya pun bisa bikin siapa saja ketagihan. Apalagi jika disajikan dalam keadaan hangat atau dilelehkan terlebih dahulu.

Namun siapa sangka, ternyata ada juga orang yang sangat membenci makanan tersebut karena beberapa alasan. Mulai dari kandungan laktosanya yang dapat menyebabkan alergi, hingga aroma yang sangat menyengat. Terlepas dari alasan tersebut, sebenarnya ada alasan ilmiah mengapa seseorang sangat membenci keju.

Salah satu hipotesis yang berhasil diungkapkan para peneliti menunjukkan bahwa, keju kerap digambarkan sebagai “makanan yang diolah dengan proses pembusukkan”, sehingga tak heran jika banyak orang merasa jijik untuk menyantapnya. Definisi itu sempat muncul dalam buku 'On Food and Cooking: The Science and Lore of the Kitchen', karya Harold McGee.

BACA JUGA:

Paling Disukai Orang Indonesia, Ini 3 Jenis Teh Terbaik

Seperti diketahui, untuk membuat keju, kandungan protein yang terdapat pada susu sapi harus dilebur dengan teknik fermentasi. Teknik inilah yang membuat keju memiliki aroma busuk yang sangat menyengat.

Selama bertahun-tahun, manusia telah memiliki kebiasaan untuk menghindari makanan yang memiliki aroma menyengat. Makanan tersebut dianggap tidak layak untuk dikonsumsi, karena sudah ditumbuhi jamur dan bakteri-bakteri penyebab penyakit.

Jadi, bagi mereka yang membenci keju, sangat sulit untuk mengubah faktor psikologi yang selama ini telah tertanam di pikiran mereka.

"Keengganan seseorang untuk mencium bau busuk merupakan hal yang alami. Seperti ketika kita mencium bau sepatu dan tanah yang membutuhkan beberapa waktu untuk membiasakan diri,” tulis McGee.

Asumsi tersebut memang sangat sulit dihilangkan, mengingat sudah banyak bukti nyata bahwa sebagian orang memiliki kelainan genetik, yang membuat mereka enggan mengonsumsi keju. Contoh lain adalah kecenderungan seseorang membenci cilantro, karena dianggap memiliki rasa seperti sabun. Tapi disisi lain, ada juga orang yang sangat menyukai makanan tersebut. Pada dasarnya, ide ini juga sama dengan kebencian seseorang terhadap keju.

BACA JUGA:

Konsumsi Dua Lusin Tiram Mentah, Wanita Asal Texas Meninggal

Para peneliti dari 23andMe menyebutkan, selain faktor genetik ternyata ada beberapa faktor lain yang menyebabkan seseorang membenci cilantro. Menurut survey, lingkungan dan budaya suatu negara juga sangat mempengaruhi.

Berdasarkan penelitian mereka, hanya 3-7% orang yang berasal dari Asia Selatan, Hispanic, dan Timur Tengah yang tidak menyukai makanan tersebut. Mereka juga mengatakan bahwa orang-orang yang merasakan "sabun" ketika memakan cilantro, pada dasarnya memiliki kelainan reseptor penciuman.

“Apakah keju dan cilantro memiliki rasa yang lezat atau justru menjijikan, sebetulnya tergantung pada persepsi masing-masing dan beberapa faktor lain, termasuk bahan kimia yang terkandung pada makanan tersebut,” tukas peneliti dari 23andMe.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini