nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Maskapai Penerbangan Ini Siap Kembalikan Biaya Perjalanan jika Penumpang Takut

Tiara Putri, Jurnalis · Selasa 09 Januari 2018 22:14 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 09 406 1842501 maskapai-penerbangan-ini-siap-kembalikan-biaya-perjalanan-jika-penumpang-takut-pzzEkS1Ux0.jpg Ilustrasi (Foto: Metro)

BANYAK orang yang merasa takut ketika hendak melakukan perjalanan dengan pesawat terbaik. Baik yang pertama kali melakukan penerbangan maupun yang sudah berulang kali. Rasa takut itu adalah hal yang wajar. Tapi menjadi tidak wajar apabila hal itu membuat seseorang harus melewatkan kesempatan liburan yang menyenangkan.

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh YouGov, empat dari sepuluh orang yang takut melakukan terbang terpaksa melewatkan liburan eksotis seperti merasakan hangatnya pasir di suatu pantai karena fobianya. Melihat hal itu, sebuah maskapan penerbangan asal Inggris menawarkan kampanye baru bertajuk “Screw It”. Melalui kampanye itu Virgin Atlantic berharap banyak orang yang bisa mewujudkan impiannya untuk pergi ke luar negeri.

Kampanye itu mencoba untuk menyembuhkan ketakutan dan menghilangkan hal apa pun yang membuat seseorang tidak mau melakukan penerbangan. Melalui program Flying With Fear, nantinya orang yang beruntung akan mendapatkan kursi penumpang dengan harga murah yaitu tidak lebih dari £ 250 atau setara dengan Rp 4,8 juta. Rute yang ditawarkan untuk penerbangan adalah berbagai tujuan di dunia.

Nantinya penumpang yang beruntung akan mendapatkan fasilitas untuk menghilangkan rasa takutnya. Jika rasa takut itu tak juga hilang hingga setibanya di tempat tujuan, pihak maskapai bersedia mengembalikan biaya yang telah dikeluarkan untuk penerbangan. Untuk mengikuti program ini, pihak maskapai memiliki beberapa ketentuan.

Pertama, penumpang hanya bisa melakukan pemesanan di hari yang ditentukan kemudian mengirimkan data ke email yang telah ditentukan. Selanjutnya pihak maskapai yang akan memutuskan apakah penumpang tersebut bisa mendapatkan program tersebut. Kedua, jadwal penerbangan harus di antara tanggal 4 Maret hingga 31 Desember.

Menurut Chief Commercial Officer Virgin Atlantic, Shai Weis, program yang ditawarkan ini merupakan rencana dan petualangan baru untuk bepergian. “Kami ingin semua orang bisa mengatakan ayo lakukan penerbangan, cobalah sesuatu yang berbeda, dan terbanglah ke tempat yang baru. Mudah-mudahan kampanye ini bisa menjamin kesembuhan bagi orang-orang yang memiliki berbagai pemikiran untuk menahan mereka melakukan penerbangan,” tutur Shai seperti yang dikutip dari Metro, Selasa (9/1/2018).

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini