Share

Minum Kopi Bantu Deteksi Dini Penyakit Parkinson, Caranya?

Ajeng Dwiri Banyu, Jurnalis · Selasa 09 Januari 2018 13:37 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 09 481 1842181 minum-kopi-bantu-deteksi-dini-penyakit-parkinson-caranya-FMRgsPLxvi.jpg Ilustrasi (Foto: Hindustantimes)

SEBAGAI masyarakat yang hidup di zaman modern, kopi adalah salah satu minuman favorit untuk menemani saat bekerja. Beragam jenis dan rasa juga sudah semakin banyak bermunculan. Penggemarnya pun tak hanya orang dewasa, namun juga kalangan anak muda.

Mengonsumsi kopi tidak boleh berlebihan karena dapat meningkatkan beberapa masalah kesehatan. Namun, tahukah Anda bahwa kopi dapat membantu dalam memprediksi penyakit Parkinson?

Parkinson terjadi ketika sel-sel saraf di otak yang menghasilkan neurotransmitter dopamine mulai mati. Melansir dari Hidustantimes, temuan ini sangat penting karena penyakit Parkinson sulit didiagnosis terutama pada tahap awal.

(Baca Juga: Hati-Hati, Kaum Milenial Perfeksionis Berisiko Alami Gangguan Mental)

Tubuh Anda akan memetabolisme secangkir kopi setiap pagi sehingga dapat menentukan peluang apakah Anda terkena Parkinson atau tidak. Temuan ini juga menunjukkan bahwa orang-orang yang menderita penyakit Parkinson secara signifikan dapat menurunkan tingkat kafein dalam darah daripada mereka yang tidak memiliki riwayat penyakit ini.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Neurology tersebut melibatkan 108 orang yang menderita penyakit Parkinson. Rata-rata mereka berusia sekira 60 tahun dan 31 orang dengan usia sama, namun tidak memiliki penyakit ini untuk minum dua cangkir kopi per hari.

(Baca Juga: Inspiratif! Kelahirannya Sempat Disesali, tapi Kini Orangtua Bangga dan Bersyukur Memiliki Anak seperti Ini)

Darah mereka kemudian diuji mengenai kandungan kafein dalam darah dan 11 produk yang dibuat oleh tubuh demi memetabolisme kafein. Orang-orang tersebut juga diuji mutasi yang terdapat pada gen mereka tentang apa yang mempengaruhi metabolisme kafein.

Setelah melakukan beberapa uji tersebut, tingkat kafein rata-rata yang terdapat pada orang yang menderita Parkinson adalah sekira 79 picomoles per mikroliter dan untuk orang tanpa penyakit Parkinson sekira 24 picomoles per 10 mikroliter. Meskipun bergitu, tidak ditemukan adanya perbedaan yang terdapat pada gen terkait kafein di antara kedua kelompok orang tersebut.

“Studi sebelumnya telah menunjukkan hubungan antara kafein dan risiko penyakit yang lebih rendah. Namun, kami belum tahu banyak tentang bagaimana tubuh dapat memetabolisme jumlah kafein yang dikonsumi oleh para penderita Parkinson.” ujar Shinji Saiki, MD di Juntendo Unversity School of Medicine di Tokyo.

David G. Munoz, MD di University of Toronto juga menambahkan bahwa jika hasil ini dapat dikonfirmasi, maka para peneliti tersebut akan menunjukkan tes mudah untuk mendiagnosis dini penyakit Parkinson bahkan mungkin sebelum gejalanya muncul.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini