nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rumah Sakit di Thailand Bikin Heboh karena Tawarkan Jasa Pemutihan Penis

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Selasa 09 Januari 2018 12:58 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 09 481 1842225 rumah-sakit-di-thailand-bikin-heboh-karena-tawarkan-jasa-pemutihan-penis-BAyAUugOwv.jpg Dok. rumah sakit (Lelux Hospital)

BANGKOK - Satu rumah sakit di Bangkok, Thailand, memicu kehebohan setelah menerbitkan foto seorang pria yang tengah menjalani prosedur pemutihan kelamin. Foto pria tersebut terbit lewat iklan televisi dan media sosial.

Dalam satu bulan, rumah sakit itu bisa menarik paling tidak 100 pria menjadi pasien. Rumah sakit yang menawarkan prosedur pemutih untuk bagian tubuh lain ini juga sempat menimbulkan kontroversi tahun lalu karena menawarkan prosedur "Vagina 3D", yakni melenturkan alat vital perempuan dengan lemak di tubuh pasien itu sendiri.

Jasa pemutih penis mulai ditawarkan beberapa bulan lalu setelah seorang pelanggan mengeluh bagian vitalnya berwarna gelap. Proses pemutihan dilakukan oleh para ahli menggunakan laser.

Seorang pasien mengatakan kepada BBC Thailand, "Saya ingin merasa percaya diri saat memakai pakaian renang." Klien berusia 30 tahun itu mengatakan, prosedur pertama dilakukan dua bulan lalu dan dia telah melihat perubahan warna di bagian vitalnya.

Komunitas LGBT

Manajer kulit dan laser rumah sakit tersebut, Bunthita Wattanasiri, mengatakan biaya yang harus dikeluarkan pasien sekira Rp8,7 juta untuk lima kali kunjungan. Sebagian besar pelanggan berusia 22 sampai 55 tahun dan dari komunitas LGBT.

"Banyak yang bertanya soal ini dan kami mendapat sekitar 100 klien sebulan atau tiga sampai empat sehari. Ini pasar yang bagus jadi kami menawarkan perawatan bagian tubuh ini kepada klien kami, perempuan dan laki," kata Bunthita kepada kantor berita AFP.

Banyak pengguna media sosial yang mengecam prosedur pemutih bagian tubuh vital ini namun ada juga yang mendukung. "Obsesi yang dimiliki orang-orang yang tak mau menerima warna kulit mereka sendiri," kata seorang pengguna Facebook.

Pemutih Vagina

Popol Tansakul, manajer rumah sakit Lelux mengatakan kepada BBC, mereka lebih dulu menawarkan perawatan pemutih vagina. "Pasien kemudian bertanya soal pemutih penis, jadi kami juga menawarkan perawatan itu satu bulan kemudian," katanya.

Pasien untuk pemutih vagina berjumlah sekitar 20 sampai 30 sebulan, sementara pasien pria yang datang untuk memutihkan penis ada yang datang dari Myanmar, Kamboja dan Hong Kong.  "Pemutihan penis populer di kalangan pria gay dan waria yang sangat memperhatikan bagian vital mereka. Mereka ingin terlihat bagus di semua bagian," kata Popol.

Efek samping bintik-bintik

Kementerian Kesehatan Thailand langsung bereaksi setelah rumah sakit ini mendapat banyak perhatian. Peringatan dari kementerian termasuk efek samping seperti radang atau bekas luka dan dampak terhadap sistem reproduksi dan saat berhubungan seksual.

"Pemutihan penis dengan laser tak perlu, buang-buang uang dan mungkin akan ada lebih banyak efek negatif dibanding positif," kata Dr Thongchai Keeratihuttayakorn dari kementerian kesehatan Thailand dalam satu pernyataan.

"Begitu perawatan selesai, warna kulit akan kembali normal dan kemungkinan akan ada bintik-bintik yang buruk," tambahnya.

Namun pihak rumah sakit menekankan mereka mendapat akreditasi dari kementerian kesehatan masyarakat dan bahwa tidak ada keluhan dari para pasien yang menjalani perawatan.

Dalam satu dekade ini, pemutih kulit menjadi tren di Asia Tenggara. Secara keseluruhan, rumah sakit Lelux mengatakan lebih dari 50% pasien datang untuk mendapatkan perawatan pemutihan kulit.

Satu iklan terkait krem pemutih kulit di transportasi Bangkok sempat menimbulkan kontrobersi dengan tulisan, "Hanya orang berkulit putih yang bisa duduk di sini."

Perusahaan kosmetik lain di Thailand menarik video produk pemutih setelah dikritik rasis di media sosial. Dalam iklan itu, seorang aktris terkenal menyatakan keberhasilannya karena kulitnya yang putih.

Namun sikap terhadap warna kulit ini mulai berubah dalam beberapa tahun terakhir. Dalam kontes kecantikan Miss Thailand pada 2014, berbagai komentar dipusatkan pada warna kulit pemenang yang lebih gelap dari kontestan sebelumnya.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini