Manis Legit Kue Rangi Khas Betawi, Cocok Disantap Pagi Hari

Annisa Aprilia, Jurnalis · Rabu 10 Januari 2018 14:03 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 10 298 1842853 manis-legit-kue-rangi-khas-betawi-cocok-disantap-pagi-hari-kfACeDCGJa.jpg Kue ranui (Foto: Aniverdi)

KUE rangi bagi anak-anak zaman sekarang pasti namanya cukup asing. Wajar saja, sebab menu kudapan yang satu ini telah jarang ditemui.

Di wilayah perkotaan penjaja kue rangi hampir jarang terlihat menjajakan jualannya. Namun, di daerah pinggiran kota hingga ke desa, kudapan manis tersebut masih cukup banyak yang menjajakan. Tangerang menjadi salah satu kota yang masih terdapat penjaja kue rangi.

BACA JUGA:

Biasanya, kue rangi dijajakan dengan bentuk gerobak yang unik. Pasalnya, penjaja tidak menggunakan kompor untuk membuat kue, melainkan menggunakan kayu bakar. Jadi, kesan tradisional dan harum kayu bakar sangat harum aromanya.

Tidak seperti kue tradisional lain yang dijajakan ketika sudah matang, kue rangi baru akan dibuat saat ada yang membeli. Lezatnya tiada tara ketika menikmati kue rangi hangat-hangat dipagi hari. Lebih lengkap dan semakin terasa nikmat jika kue rangi disajikan bersama secangkir teh tubruk hangat atau kopi.

Kue tradisional khas suku Betawi tersebut terbuat dari bahan-bahan dasar, seperti kelapa, tepung sagu, dan garam, yang membuat kue rangi terasa gurih. Selanjutnya, saat telah siap disajikan, kue rangi diberi topping saus gula aren yang tampak seperti selai. Warna cokelat yang kental dengan rasa manis khas aren siap menggoyang lidah penikmatnya.

Namun, sayangnya kini penjaja kue rangi sudah sulit ditemui di daerah perkotaan Jakarta. Perubahan selera masyarakat hingga tren kue modern yang lebih populer, membuat kue rangi kalah saing, hingga perlahan tersisih dari persaingan di dunia kuliner Jakarta.

Akan tetapi, bagi Anda orangtua yang ingin mengenalkan kue rangi pada anak-anak, ajaklah anak Anda ke festival daerah atau tradisional yang kerap diadakan di kawasan Kota Jakarta atau Tangerang, biasanya akan mudah ditemui penjaja kue-kue khas daerah di sana.

Selain itu, menurut pantauan Okezone, penjaja kue rangi juga masih terdapat di destinasi wisata perkampungan Betawi Setu Babakan. Bahkan, tidak hanya kue rangi, di Setu Babakan juga masih banyak dijajakan bir pletok, dodol khas Betawi, hingga segala pernak-pernik budaya Betawi, seperti baju pangsi.

Di daerah lainnya seperti kawasan Ragunan, Jakarta Selatan, penjaja kue rangi juga dapat ditemui. Ada sekira 10 penjaja kue rangi yang mangkal setiap hari, para penjaja yang menawarkan kue tradisional di kawasan ini bisa Anda temui mulai pagi hingga sore hari. Dengan merogoh kocek Rp 8000 perloyang, rasa gurih sekaligus manis kue rangi bisa Anda nikmati dan kenalkan pada lidah anak.

Tertarik juga untuk membuatnya di rumah? Jangan Khawatir, berikut resep dan cara membuat kue rangi yang Okezone kutip dari Cookpad, Rabu (10/1/2018).

BACA JUGA:

Bahan-bahan:

400 gr tepung sagu

200 gr parutan kelapa, usahakan agak kasar texture nya

1 sdt garam halus

125 ml air putih

Bahan saus gula :

150 gr gula merah

200 ml air putih

5 sdt tepung sagu,lalu rarutkan dengan 5 sdt air putih

Cara membuat:

1. Campurkan semua bahan adonan, seperti tepung sagu, kelapa, air, garam, aduk dan uleni sampai berbutir.

2. Lalu panaskan cetakan kue rangi menggunakan api sedang, bila sudah panas lalu tuangkan adonan sampai penuh (ditekanĀ² yak) kemudian tutup.

3. Tunggu sampai 5 menit, kemudian angkat.

4. Lakukan proses pencetakan sampai adonan habis.

5. Sisihkan terlebih dahulu kue rangi yang sudah jadi. Selanjutnya buat pasta gula aren.

Cara buat saus gula aren

1. Rebus air sampai mendidih kemudian masukan gula merah sampai larut.

2. Tambahkan larutan tepung sagu yg sudah disiapkan tadi, agar larutan gula merah semakin mengental.

3. Aduk terus hingga mengental dan pas, lalu angkat.

4. Tuangkan saus gula merah keatas kue rangi yang sudah matang tadi.

5. Kue rangi pun siap dinikmati.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini