Image

Sajikan Makanan di Wadah Kayu Tak Bersih, Restoran Ini Didenda 800 Juta

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 10 Januari 2018, 21:50 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 10 298 1843170 sajikan-makanan-di-wadah-kayu-tak-bersih-restoran-ini-didenda-800-juta-yLHFxIU2SA.jpg Ilustrasi (Foto: Independent)

SESUAI perkembangan zaman yang semakin modern. Kini wadah atau tempat untuk menaruh makan tidak hanya sekadar piring atau mangkuk.

Pernahkah Anda perhatikan? Kini sudah banyak sekali restoran-restoran atau kafe-kafe cantik terutama di kota-kota besar yang menyajikan aneka hidangannya dengan wadah bermaterial bahan kayu, bukan dengan piring atau mangkuk biasa.

Untuk difoto dan diunggah ke media sosial, seperti Instagram, tampilan visual dari wadah-wadah kayu ini memang cantik dan sangat berseni. Akan tetapi di sisi lain, ternyata penggunaan material bahan kayu sebagai wadah makanan ini juga harus diperhatikan dengan seksama loh.

Sebab, belum lama ini telah terjadi kasus di mana beberapa pelanggan dari sebuah restoran di Birmingham, Inggris harus mengalami keracunan makanan karena peralatan yang digunakan di restoran tersebut tidak memenuhi standard kebersihan, hingga akhirnya harus mendapatkan hukuman denda dari pemerintah setempat.

Sebagaimana dilansir Independent, Rabu (10/1/2018) ialah restoran Ibrahim’s Grill and Steak House di Warwick Road, Birmingham, Inggris yang dilaporkan telah mendapatkan hukuman denda hingga senilai 50.000 Euro atau sekira USD67701 atau sekira Rp800 juta karena menyajikan makanan di wadah papan kayu yang tidak higienis dan membahayakan kesehatan para pelanggan.

 

Disebutkan, sebelumnya pada Oktober 2016 silam, restoran yang bersangkutan mendapatkan kunjungan dari Birmingham City Council’s Environment Department, alias Departemen Lingkungan Dewan Kota Birmingham untuk melakukan penilaian tingkat kebersihan di restoran, yang di mana hal ini terjadi karena setelah adanya kejadian kurang lebih sejumlah 14 orang mengalami kejadian keracunan makanan setelah bersantap di restoran tersebut.

Kala itu, Dewan Kota Birmingham sudah menemukan bahwa tingkat kebersihan di restoran ini tidak layak. Pihak Dewan Kota disebutkan merekam bagaimana para pegawai di restoran memilih untuk memakai sarung tangan sekali pakai daripada mencuci tangan mereka, lalu gagal untuk membersihkan restoran dengan efisien serta menyajikan makanan di atas wadah piring kayu yang tidak dapat dibersihkan dengan benar.

Setelah memberikan peringatan untuk meningkatkan mutu kualitas, dua bulan kemudian pihak Dewan Kota kembali ke restoran Ibrahim’s Grill and Steak House dan masih menemukan bahwa wadah kayu yang tidak higienis yang sama masih tetap saja digunakan untuk menghidangkan makanan.

Hingga akhirnya, sekitar pekan lalu Birmingham Magistrates’ Court menjatuhkan hukuman denda kepada restoran Ibrahim’s Grill and Steak House senilai 50.000 Euro karena dinilai telah gagal untuk memenuhi himbauan pemberitahuan perbaikan yang diberikan, dan adanya tambahan biaya sebesar 670 Euro dan 120 Euro atau sekira kurang lebih Rp1,9 juta lagi untuk biaya tambahan korban.

 Baca Juga:

Mark Croxford, sebagai kepala divisi environmental health di Dewan Kota Birmingham, menjelaskan tentang tanggung jawab yang harus dihadapi para pebisnis kuliner untuk menjaga kesehatan dari pelanggan mereka.

"Benar-benar tidak bisa diterima, sebuah usaha yang menempatkan kesehatan para pelanggan yang makan di restoran mereka menjadi sesuatu hal yang berisiko," ungkap Mark dalam pernyataan yang di-tweet oleh Dewan Kota Birmingham.

Sementara itu, soal penggunaan wadah kayu sendiri Food Standards Agency mengatakan bahwa tidak ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa wadah bermaterial potongan kayu kurang higienis daripada plastik dan bisa digunakan asalkan dibersihkan dengan benar setelah digunakan.

Sehubungan dengan kasus ini, sejauh ini pihak The Independent telah mencoba untuk menghubungi Dewan Kota Birmingham dan restoran Ibrahim's Grill and Steak House untuk memberi komentarnya.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini