Museum of Islamic Art Doha, Menyimpan Mahakarya Seni Dunia Islam dari 3 Benua

Dada Sathilla, Jurnalis · Rabu 10 Januari 2018 06:40 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 10 406 1842686 museum-of-islamic-art-doha-menyimpan-mahakarya-seni-dunia-islam-dari-3-benua-NuaUoCnyL8.jpg Wisata di Qatar (Foto: Sabra Sathilla/Kontributor)

DIKENAL sebagai negara terkaya di dunia, Qatar memiliki banyak tempat wisata yang menarik bagi turis Muslim. Salah satunya dan yang paling wajib dikunjungi adalah museum of Islamic art. Museum ini disebut sebagai salah satu museum yang menyimpan karya seni Islam terlengkap di dunia. Asiknya, museum ini bisa dikunjungi gratis dan pada hari tertentu disediakan pemandu berbahasa Inggris secara gratis juga.

 

Museum of Islamic Art di Doha, Qatar memang sangat menarik, baik bagi pecinta karya seni maupun yang tertarik mempelajari sejarah dan budaya Islam dari masa ke masa. Di museum ini dipajang karya seni dari berbagai negara muslim dan negara sekuler yang sempat ditaklukkan umat muslim dari 3 benua yaitu Asia, Afrika dan Eropa. Diantaranya adalah koleksi dari Spanyol, Mesir, Iran, Irak, Turki, India dan negara - negara Asia Tengah. Koleksinya pun berumur sangat tua loh yaitu dari 1.400 tahun yang lalu.

Salah satu koleksi yang sangat menarik adalah adanya lebih dari 800 naskah Al-Qur'an dari abad ke-7 Masehi hingga masa dinasti Utsmaniyah di abad ke-19 Masehi Abbasid Qur'an biru juga disimpan disini dan menjadi salah satu naskah Qur'an paling langka di dunia Islam. Museum of Islamic Art Doha juga menyimpan 2 dari 5 halaman yang diketahui dari Al-Qur'an terbesar di dunia,Timurid Baysunghur Qur'an.

 

Selain naskah Al-Qur'an, museum ini juga memiliki koleksi keramik, logam, kaca, tekstil, perhiasan dan barang kayu yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat dunia Islam sejak abad ke-7 Masehi hingga abad ke-19 Masehi. Misalnya peralatan dapur dan ubin yang terbuat dari keramik, juga karpet dan pakaian.

Pengunjung juga bisa mengunjungi pameran temporer di museum ini. Seperti bulan ini ada pameran karpet dari Turki, Iran dan India dari masa dinasti Timurid di Iran dan Asia Tengah, dinasti Savafids di Iran, dinasti Utsmaniyah di Turki dan dinasti Mughal di India.

Museum of Islamic Art memang tergolong besar dengan 5 lantai di dalamnya, membuat pengunjung setidaknya memerlukan 4 jam untuk melihat koleksi - koleksi museum. Bila ingin melihat pameran karpet serta pameran lainnya dengan dipandu guide berbahasa Inggris dan Arab sebaiknya datang pada hari kamis dan Sabtu pukul 14.00 siang.

Satu yang menarik dari museum ini adalah adanya fasilitas belajar seni Islam bagi orang dewasa seperti belajar menulis kaligrafi, sesi majelis, juga sesi mendongeng sejarah dan seni Islam bagi anak - anak. Fasilitas ini berada di bagian perpustakaan yang bisa diakses secara gratis juga.

 

Tak cuma menyimpan koleksi seni dunia Islam yang mengagumkan, bangunan museum pun termasuk cantik dengan bangunan bergaya arstektur Islam kuno dan moderen. Museum of Islamic Art Doha dibangun di sebuah pulau buatan kecil di tengah teluk Doha, dihubungkan dengan daratan oleh 2 jembatan. 

Ada taman di bagian depan museum,playground dan kafe di pinggir pulau yang  menghadap ke teluk dan Corniche. Tak mengherankan bila museum ini sangatlah indah karena ternyata didesain oleh arsitek yang juga mendesain piramida museum Louvre di Paris, Prancis yaitu I.M Pei. 

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini