nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tinggi Badan Bertambah, Astronot Asal Jepang Tidak Khawatir Lakukan Perjalanan Luar Angkasa Lagi

Tiara Putri, Jurnalis · Rabu 10 Januari 2018 16:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 10 481 1842872 tinggi-badan-bertambah-astronot-asal-jepang-tidak-khawatir-lakukan-perjalanan-luar-angkasa-lagi-n6lngn7YrM.jpg Astronot (Foto: Newyorkpost)

PERTUMBUHAN tinggi badan pada anak laki-laki biasanya berhenti di usia 21 tahun. Sementara itu, pertumbuhan optimal akan terjadi pada masa pubertas yaitu di usia 12-16 tahun. Di masa itu biasanya sejumlah usaha dilakukan guna memaksimalkan tinggi badan. Akan tetapi keadaan berbeda dialami oleh Norishige Kanai.

Melansir New York Post, Rabu (10/1/2018), astronot asal Jepang itu mengaku tinggi badannya bertambah usai melakukan perjalanan di luar angkasa selama tiga pekan. Norishige menyadari tinggi badannya bertambah saat tiba di Stasiun Luar Angkasa Internasional. Ia pun menceritakan peristiwa tak biasa itu di akun Twitternya.

BACA JUGA:

“Usai melakukan perjalanan di luar angkasa, para astronot melakukan pengukuran tinggi badan dan wow! Saya benar-benar tumbuh sebanyak 9 cm,” tulis pria berusia 41 tahun tersebut. Menurutnya, ia sama seperti tanaman karena mengalami pertumbuhan tinggi badan hanya dalam waktu tiga pekan. Bahkan dirinya berpendapat tidak pernah melihat orang yang mengalami pertumbuhan lagi selepas SMA.

Meskipun tingginya bertambah, Norishige tidak merasa senang. Ia malah takut tinggi badannya menjadi masalah pada perjalanan luar angkasa selanjutnya. “Saya khawatir tidak dapat menyesuaikan diri dengan pesawat ruang angkasa Soyuz karena ukuran badan saya tidak sesuai dengan kursi,” tambah Norishige. Dirinya memang dijadwalkan melakukan perjalanan luar angkasa kembali pada Juni mendatang.

Namun tak berapa lama setelah menulis tweet yang mendapatkan perhatian pengguna lain, Norishige meminta maaf karena terjadi kesalahan pengukuran. “Saya telah mengukur diri kembali dan ternyata tingginya hanya bertambah 2 cm. Salah pengukuran ini tampaknya menjadi masalah besar, jadi saya harus meminta maaf atas berita palsu yang mengerikan ini. Saya lega karena tampaknya bisa duduk di kursi Soyuz,” terang Norishige.

Di sisi lain, menurut para ahli astronot memang bisa mengalami pertumbuhan tinggi badan sebanyak 2-5 cm saat berada di luar angkasa. Hal itu dikarenakan gravitasi yang rendah di luar angkasa membuat tulang belakang menjadi renggang. Kondisi itu pun tak berlangsung lama karena tinggi badan akan kembali normal setelah astronot menginjakkan kaki kembali di Bumi.

 BACA JUGA:

Direktur Ruang Angkasa Inggris, Libby Jackson, mengatakan, “Astronot mengalami berbagai perubahan di ruang angkasa.” Sebenarnya apa yang dialami oleh Norishige adalah hal yang wajar mengingat itu adalah kali pertamanya melakukan perjalanan ke luar angkasa. Sekadar informasi, di perjalanan itu ia berada sejauh 250 mil atau 402 km di atas Bumi.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini