Cegah Defisit Jaminan Kesehatan Nasional, Menkes Imbau Masyarakat untuk Hidup Sehat

Maharani Putri Sabillah, Jurnalis · Rabu 10 Januari 2018 18:52 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 10 481 1843085 cegah-defisit-jaminan-kesehatan-nasional-menkes-imbau-masyarakat-untuk-hidup-sehat-sLnOJ2k54Z.jpg Menkes Nila Moeloek (Foto: @KemenkesRI/Twitter)

SEPERTI yang kita tahu, kesehatan adalah aspek utama dalam menjalani kehidupan. Segala jenis aktivitas hanya bisa dilakukan oleh kondisi tubuh yang sehat. Dengan demikian, penting bagi kita agar selalu menjaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti olahraga dan konsumsi makanan kaya nutrisi.

Dalam hal ini, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, mengatakan jika hidup sehat tidak hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi juga tugas bersama.

Dari segi pemerintah sendiri, Menkes Nila menyebutkan bahwa pada tahun 2017, Kementrian Kesehatan telah menyalurkan dana senilai Rp25,5 triliun untuk dialokasikan kepada program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Dana tersebut merupakan 43,8 persen dari total anggaran Kemenkes senilai Rp58,31 tiriliun.

“Saat ini angka menunjukkan peserta JKN mencapai 187,9 juta jiwa di tahun 2017,” kata Menkes Nila saat ditemui dalam konferensi pers mengenai “Capaian Kinerja Kemenkes Tahun 2017” di Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (10/01/2018).

Sama halnya dengan tahun 2017, Menkes Nila juga menyatakan bahwa dana JKN pada tahun 2018 akan bernilai serupa dengan tahun 2017. Dengan kata lain, pemerintah tidak berencana untuk menaikkan iuran JKN 2018 meski mengalami defisit.

Selama ini penyakit katastropik menjadi penyebab utama yang membuat anggaran program JKN bengkak. Jenis penyakit ini meliputi gagal ginjal, kanker, jantung, thalesemia, hemofilia, stroke, leukomia, dan hepatitis.

Oleh karena itu, dalam mencegah defisit, Menkes Nila mengatakan ada dua pilihan, yaitu meningkatkan dana JKN atau mengefisiensi pengeluaran. Dari kedua opsi tersebut, Menteri kelahiran 11 April 1949 itu lebih memilih opsi kedua, yakni mengefesiensi pengeluaran dengan cara mendorong masyarakat agar hidup sehat.

Menkes Nila mengatakan jika kita jatuh sakit maka akan mengeluarkan biaya yang lebih besar. Begitu juga sebaliknya, jika kita hidup sehat maka akan mengurangi biaya pengeluaran. “Dengan harapan yang sakit akan berkurang dan harapan defisit juga berkurang,” ujarnya.

Maka dari itu, ia mengajak masyarakat agar menjaga kesehatan sebagai upaya pencegahan defisit. Ini juga yang menjadi program terobosan Kemenkes pada 2018, yakni Germas. Germas atau Gerakan Masyarakat Hidup Sehat adalah salah satu kebijakan pemerintah yang diwujudkan dalam kegiatan terpadu demi meningkatkan kualitas hidup.

“Germas bisa dilakukan dengan cara melakukan aktivitas fisik, seperti berolahraga, melakukan peregangan 2 kali setiap hari, lalu jangan lupa makan sayur dan buah, serta cek kesehatan secara berkala,” kata Menteri Nila.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini