nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tambah Waktu Tidur 20 Menit Bantu Kurangi Risiko Diabetes?

Tiara Putri, Jurnalis · Kamis 11 Januari 2018 04:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 10 481 1843088 tambah-waktu-tidur-20-menit-bantu-kurangi-risiko-diabetes-2JgHElSq3e.jpg Ilustrasi (Foto: Thesun)

BARU-baru ini sebuah penelitian mengungkapkan bahwa tidur kurang dari delapan jam dapat menyebabkan depresi. Hal itu dikarenakan saat seseorang tidak bisa tidur ia cenderung memikirkan hal-hal negatif. Pikiran itu akan terjebak di otak sehingga membuatnya tidak bisa menghindar dari rangsangan negatif.

Kurang tidur tidak hanya menimbulkan dampak pada kesehatan mental. Kesehatan fisik pun ikut terpengaruh. Orang akan menjadi lebih mudah lelah dan mengantuk. Bahkan ia bisa terserang penyakit seperti obesitas dan diabetes karena timbul dorongan untuk makan di malam hari. Maka dari itu, para ahli sering menyarankan agar setiap orang, terutama orang dewasa memiliki waktu tidur yang cukup.

Melansir New York Post, Kamis (11/1/2018), sebuah penelitian lain bahkan menyarankan agar orang-orang menambahkan waktu tidurnya hingga 20 menit. Menurut hasil yang dipaparkan, tidur ekstra dapat membuat seseorang mengonsumsi gula 2½ sendok teh lebih sedikit dibanding yang tidak. Porsi itu setara dengan 40 kalori.

Para ahli mengatakan intervensi gaya hidup sederhana dapat menyebabkan pola makan yang lebih sehat . “Orang-orang lebih tertarik pada makanan cepat saji saat merasa lelah. Sedangkan pada orang-orang yang memilih untuk tidur, mereka memiliki sedikit waktu untuk mengonsumsi makanan tidak sehat. Hasil penelitian kami menunjukkan semakin banyak tidur maka semakin baik makanan yang dikonsumsi,” tutur Haya Al Khatib, seorang ahli di Departemen Ilmu Nutrisi dari King's College London.

Penelitian tersebut melibatkan 42 orang yang waktu tidurnya kurang dari tujuh jam semalam. Setengah dari peserta penelitian kemudian diminta untuk menghindari kafein sebelum tidur, menaruh smartphone di luar kamar tidur, dan tidak tidur dalam keadaan lapar. Sementara peserta lainnya tidak diberi nasihat apapun.

Setelah uji coba selesai dilakukan, sebagian peserta penelitian terlatih mendapatkan waktu tidur yang lebih lama yaitu sebanyak 55 menit. Kondisi itu membuat konsumsi gula mereka turun sebanyak 10 gram per hari .

"Waktu tambahan di tempat tidur adalah cara mudah untuk membantu orang untuk lebih sehat, diet, dan menurunkan berat badan. Perubahan gaya hidup membuat mereka mengonsumsi makanan yang lebih sehat,” jelas salah seorang peneliti, Dr. Wendy Hall.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini