Perubahan Bentuk Wajah Diprediksi Jadi Tren Industri Kecantikan di 2018

Tiara Putri, Jurnalis · Kamis 11 Januari 2018 17:48 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 11 194 1843616 perubahan-bentuk-wajah-diprediksi-jadi-tren-industri-kecantikan-di-2018-JKldm2x8St.jpg Tren kecantikan di 2018 (Foto:Ilustrasi/Weddingportersingapore)

INDUSTRI kecantikan atau estetika di Indonesia tengah mengalami perkembangan yang cukup pesat. Hal itu dibuktikan mulai bermunculan klinik kecantikan yang siap mengakomodir kebutuhan masyarakat. Tak bisa dipungkiri, kemajuan teknologi digital ikut memengaruhi pola perilaku masyarakat di lingkungan sosialnya.

Menilik kebelakang, dulu hanya kaum wanita yang mendatangi klinik kecantikan untuk mengatasi masalah pada wajahnya. Namun sekarang, kaum pria pun juga rajin melakukan perawatan untuk wajah. Salah satu faktor yang mendorong perubahan perilaku ini adalah keinginan di masyarakat untuk diakui dan eksis di lingkungan sosialnya.

 BACA JUGA:

4 Tipe Orang yang Datang ke Klinik Kecantikan, Anda yang Mana?

"Pengaruh sosial media memunculkan tren di industri kecantikan. Adanya fitur real-time membuat masyarakat ingin tampil aesthetic, acceptable, dan attractive dari segala sudut," tutur dokter kecantikan, dr Lanny Juniarti, Dipl. AAAM dari MIRACLE Aesthetic Clinic Group.

Ditemui dalam acara "Aesthetic Outlook 2018", Kamis (11/1/2018) di kawasan Jakarta Selatan, dr Lanny mengatakan tren kecantikan terus mengalami perubahan dari masa ke masa. Dahulu kala banyak yang datang ke klinik kecantikan karena adanya masalah pigmentasi. Banyak perempuan yang ingin kulit dan wajahnya menjadi tampak putih karena menurutnya putih itu cantik.

Seiring berjalannya waktu, whitening bukan lagi menjadi masalah. Masuknya budaya Korea di Indonesia membuat wanita ingin tampil ala selebriti negeri ginseng tersebut. Mereka ingin memiliki dagu yang lebih lancip dan pipi yang tirus. Akan tetapi, berkembangnya teknologi mampu menciptakan aplikasi yang membuat wajah tampak seperti V-Shape.

Keinginan untuk memiliki bentuk wajah V-Shape mulai ditinggalkan karena kini media sosial menyediakan fitur real time seperti Insta Story, di mana video akan menangkap wajah sebagaimana adanya saat direkam. Hal itulah yang membuat masyarakat ingin tampil sempurna dari segala sisi. Berdasarkan hal tersebut, diperkirakan di 2018 akan muncul tren kecantikan baru yaitu "Reshape-Relift-Contouring".

"Mulai banyak orang yang berpikir apakah bentuk bibir, dagu, hidung, dan segala sesuatu yang ada di wajahnya itu ideal atau tidak saat update di sosial media. Inilah yang mendorong mereka untuk melakukan perubahan bentuk. Biasanya perempuan ingin tampil lebih tirus dan laki-laki ingin terlihat macho," jelas dr Lanny.

BACA JUGA:

3 Keuntungan Jika Mengurangi Penggunaan Make-Up

Selain itu, kini mulai banyak masyarakat yang memilih perawatan minimally invasive surgery atau tidak memerlukan banyak pembedahan. Menurut dr Lanny setiap tahun kebutuhan orang untuk mempercantik diri meningkat hingga 15%. Perawatan seperti botox, filler, dan tanam benang merupakan perawatan yang banyak diminati.

"Pembedahan masih dilakukan tapi jumlahnya menurun. Orang lebih memilih minimally invasive surgery karena tidak ada pembedahan, tidak perlu sayatan, bisa dilakukan kapan saja, serta tidak harus menginap di rumah sakit sehingga membuatnya tetap bisa bersosialisasi," pungkas dr Lanny.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini