Image

Sederet Kasus Penyiksaan Hewan Ini Bikin Hati Bergetar

Annisa Aprilia, Jurnalis · Minggu 14 Januari 2018, 13:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 11 196 1843703 sederet-kasus-penyiksaan-hewan-ini-bikin-hati-bergetar-1Mjhtb4orK.jpg Anjing (Foto: Catersnews)

ANJING dikenal sebagai salah satu hewan yang setia dan sahabat terbaik manusia. Sudah ada banyak pemilik anjing yang mendapati hewan peliharaan mereka selalu menemani kemana pun pergi.

Akan tetapi, tampaknya kisah-kisah kesetiaan anjing tersebut tidak menyentuh kalbu seorang tuan di wilayah Liverpool, Inggris. Pasalnya, dalam sebuah video terlihat pria itu kedapatan menendang wajah anjing peliharaan yang ia ikat dengan tali dan dipegangnya.

Dalam video terlihat anjing kecil malang tersebut sampai terangkat badan dan wajahnya akibat dari tendangan pemiliknya. Melansir dari Mirror, Minggu (14/1/2018), warga kota yang berada di sekitar tempat kejadian berusaha untuk menyelamatkan anjing, tapi pemiliknya justru menanggapi dengan mengatakan omelan kasar pada warga.

Meskipun anjing kecil itu hewan peliharaan si pria, tapi tendangan yang dilayangkan tidak sepantasnya dilakukan. Tidak hanya itu, tendangan yang diterima anjing juga bisa dibilang termasuk dalam tindak kekerasan pada hewan.

Beruntung ada seorang warga yang sempat merekam kejadian penendangan anjing tersebut. Sehingga pria pemilik pun dapat dilaporkan ke polisi dan komunitas pencinta hewan yang murka di media sosial.

Setelah ditelusuri oleh anggota komunitas dan polisi, ternyata anjing yang jadi korban penendangan itu bernama Corgi, dan pria bengis yang tega menendangnya bukanlah pemilik sah Corgi. Pria yang kemudian namanya diketahui Gavin Peter Doolan, dari Waverley Road di Aigburth akhirnya menjadi terdakwa.

Baca Juga:

Penjagalan anjing bengis di Indonesia

Lain dari Inggris yang langsung menindak pelaku penyiksaan hewan, di Indonesia butuh waktu lama untuk menyelesaikan sebuah kasus penyiksaan anjing di rumah penjagalan anjing. Pasalnya, penjagalan dengan cara yang kasar tersebut terkait dengan budaya makan daging anjing yang telah menyatu dalam kebiasaan masyarakat. Padahal, ada banyak penyakit yang bisa ditularkan pada manusia dari daging anjing, salah satunya rabies. Selain penyakit, cara yang tidak terpuji ketika menyembelih anjing juga termasuk dalam kasus penyiksaan dan kekerasan pada hewan.

Seperti yang tertulis dalam laman Mirror, di industri daging anjing di Indonesia, anjing liar dipukuli sampai mati dengan palu, hingga akhirnya dimasak dan dijadikan beragam olahan makanan. Salah satu fotografer menuturkan anjing-anjing dibeli seharga Rp150 ribu-Rp250 ribu, tergantung ukuran.

Fotografer tersebut menyaksikan anjing dipukuli sampai mati dengan menggunakan palu. Daging-daging mereka dicincang dan dimasak dengan rempah-rempah khusus di restoran terdekat. Sebelum dibunuh dengan cara yang tidak beradab, anjing-anjing terlebih dahulu diikat dengan rantai kuat-kuat, moncongnya diikat, dan badannya dimasukan dalam karung, hingga sulit bergerak. Anjing-anjing juga diberi makan seperti nasi dan sayuran sebelum dijadikan saksang, makanan tradisional salah satu daerah di Indonesia.

Setelah dihabisi nyawanya dengan kasar menggunakan palu, jasad anjing kemudian dibakar dengan cara disemburkan api untuk dihilangkan bulunya. Badan bersih dari bulu, langkah selanjutnya memotong-motong daging anjing dan menjadikannya masakan.

Untunglah, kini telah ada sekelompok publik figur yang mendukung aksi Dog Meat Free Indonesia. Melalui aksi ini diharapkan kebiasaan mengonsumsi daging anjing dapat dihentikan dan anjing-anjing bisa hidup dengan lebih bahagia lagi dalam pelukan pemiliknya.

Penyiksaan hewan di sirkus

Pertunjukan sirkus pun tidak luput dari tindakan penyiksaan dan pengabaian hidup hewan. Selain tindakan buruk yang hewan dapatkan, sirkus juga kerap mempekerjakan hewan-hewan langka, seperti gajah, singa, dan harimau, yang seharusnya hidup bebas berkembang biak di alam.

Beberapa negara, yaitu Bolivia, Peru, Yunani, dan Kolumbia, menyusul Inggris, telah mengeluarkan larangan pertunjukan sirkus hewan yang berlaku mulai akhir 2015. Amerika Serikat yang tidak memiliki undang-undang semacam itu pun telah memiliki peraturan hewan sirkus di bawah yuridiksi Departemen Pertanian AS (USDA).

Baca Juga:

Sirkus yang tampak begitu menghibur, ternyata menyimpan fakta yang menyedihkan bagi hewan-hewan yang mereka jadikan sebagai ladang uang, tanpa diperhatikan kelayakan hidupnya, bahkan dengan tega menyiksa. Contoh perlakuan hewan sirkus yang seenaknya terjadi pada seekor gajah di Bailey Circus, mereka menempatkan gajah dalam kandang yang sempit. Mereka juga memukul Krissy, gajah Afrika tersebut, bahkan juga menyeret lututnya dengan kait banteng, dan menandang wajahnya. Tubuh Krissy goyah, napasnya terengah, dan ia juga makan sampah.

Beruntung kasus Krissy berhasil terekam video dan menjadi bukti di pengadilan. Sehingga memaksa sirkus untuk membayar retribusi sebesar $270 ribu. Uang sejumlah itu harus dibayarkan pada pemerintah karena telah melanggar undang-undang hak-hak hewan yang sudah ada sejak 2007.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini