Dampak Buruk Minum Susu Cokelat Terlalu Banyak

Tiara Putri, Jurnalis · Kamis 11 Januari 2018 16:39 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 11 298 1843487 dampak-buruk-minum-susu-cokelat-terlalu-banyak-yCnZSDPU0x.jpg Ilustrasi (Foto: Metro)

ORANGTUA terutama ibu tentu berusaha untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pada anaknya. Terlebih di masa pertumbuhan anak memerlukan banyak nutrisi untuk hasil yang optimal. Selain memberikan makanan bergizi, cara yang kerap dipilih adalah memberikan susu.

Susu merupakan sumber kalsium yang baik untuk tulang. Meski begitu, tidak semua anak langsung meminum susu yang disodori oleh orangtuanya. Untuk menyiasati hal itu, orangtua seringkali memberikan susu yang memiliki varian rasa. Ada beberapa varian rasa yang populer di kalangan masyarakat seperti cokelat, stroberi, madu, dan vanila.

Salah satu varian yang sering dipilih oleh anak-anak adalah susu cokelat. Walaupun memiliki rasa, susu cokelat tetap memiliki kandungan nutrisi yang sama seperti susu lainnya yaitu protein, vitamin D, kalsium, dan potassium. Maka tak ada salahnya bila orangtua memberikan susu tersebut kepada anaknya. Namun akan menjadi masalah bila jumlah yang dikonsumsi terlalu banyak.

Seperti yang diketahui, segala sesuatu yang dikonsumsi berlebihan tidak baik untuk kesehatan. Anak-anak seringkali meminta dibuatkan susu di luar waktu yang ditetapkan orangtuanya. Melansir Baby Center, Kamis (11/1/2018), konsumsi susu cokelat sebaiknya tidak dilakukan secara rutin. Alasannya karena susu cokelat mengandung tambahan gula dan memiliki kalori lebih banyak daripada susu biasa.

Jika anak-anak meminum lebih banyak susu cokelat di luar waktu yang ditetapkan, maka risiko penambahan berat badan dan obesitas semakin meningkat. Apalagi anak-anak biasanya menyukai makanan yang manis-manis. Bila ditambahkan dengan minuman manis otomatis asupan gula hariannya menjadi bertambah.

Seorang ahli nutrisi, P.K. Newby menyarankan agar konsumsi susu cokelat dibatasi atau bahkan dihindari.

 Baca Juga:

"Susu cokelat memberikan nutrisi yang sama seperti susu biasa namun kalorinya lebih banyak dan rasa lebih manis. Berikan anak Anda susu murni yang rendah atau bebas lemak," ujar Newby.

Menurutnya, melengkapi kebutuhan kalsium pada anak bisa didapatkan dari sumber lain.

"Sayuran hijau seperti bayam dan brokoli, serta tahu juga menyediakan kalsium. Ada pula susu nondairy seperti susu almond dan susu kedelai," tambah Newby.

Dengan memilih sumber nutrisi alternatif, itu dapat membantu anak untuk mengembangkan tulang yang kuat dan membuatnya tidak bergantung pada gula seumur hidup.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini