nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Maskapai Indonesia Termasuk yang Tidak Tepat Waktu di Dunia

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Kamis 11 Januari 2018 11:52 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 11 406 1843371 maskapai-indonesia-termasuk-yang-tidak-tepat-waktu-di-dunia-113uIjYog4.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Maskapai penerbangan Indonesia, AirAsia X, masuk dalam daftar maskapai dengan kinerja ketepatan waktu (on time performance atau OTP) paling rendah secara global. Daftar tersebut disusun oleh perusahaan analis perjalanan Inggris, OAG, berdasarkan 57 juta catatan penerbangan sepanjang 2017.

Dalam kajian ini, maskapai dikatakan tepat waktu jika bisa mendaratkan pesawat selambat-lambatnya 15 menit dari waktu yang dijadwalkan. Indonesia AirAsia X memiliki OTP 56,8%, masuk dalam lima terbawah.

Juru bicara Indonesia AirAsia, Baskoro Adiwiyono, saat dihubungi BBC Indonesia mengatakan untuk saat ini pihaknya belum bisa memberikan komentar atas peringkat OTP yang dikeluarkan OAG.

Pengamat penerbangan Gerry Soejatman mengatakan dirinya tidak terlalu kaget dengan skor kinerja tepat waktu yang diraih maskapai di Indonesia. Dia menjelaskan bahwa OTP maskapai juga terkait dengan OTP bandara dan skor untuk Bandara Soekarno-Hatta, pusat operasional maskapai-maskapai penerbangan di Indonesia, tak terlalu memuaskan.

 

Yang molor dan yang tepat waktu

- Peringkat OTP terburuk, berdasarkan OAG, adalah Air Inuit (Kanada) dengan mencatat hanya 44,6%, disusul Avivor Airlines (Venezuela) 53,1%, kemudian Shenzhen Airlines (Cina) 53,5%, dan LACSA-Lineas Aereas Costarricences (Costa Rica) dengan OTP 54,2%.

- Dua maskapai penerbangan Filipina masuk dalam 10 besar yang molor, yaitu Cebu Pacific Air (Filipina) dengan 57,6%, dan Philippines AirAsia Inc (Filipina) 58%.

- Peringkat tepat waktu terbaik dipegang oleh airBaltic asal Latvia dengan catatan OTP 90,01%.

- airBaltic disusul oleh Hong Kong Airlines dengan 88,83%, dan Hawaiian Airlines 87,24% di peringkat ketiga.

- Adapun yang masuk 10 besar tepat waktu lainnya adalah Copa Airlines 86,39%, Qantas Airlines 86,18%, Japan Airlines 85,27%, Vueling Airlines 85,25%, Jetstar Asia 85,08%, Skymark Airlines 85%, dan Aer Lingus dengan OTP 84,46%.

"On time performance (OTP) bandaranya saja cuma 65%, jadi tak terlalu mengagetkan jika OTP maskapai-maskapai di Indonesia di kisaran 60%," kata Gerry kepada wartawan BBC Indonesia, Mohamad Susilo.

"Bandara-bandara besar di Indonesia sudah padat sekali. Jika kalau ada satu hal yang menyebabkan keterlambatan, itu kalau mau terbang lagi jadi lama sekali. Itu yang terefleksi dalam OTP-nya," tambah Gerry.

Faktor cuaca

"Kapasitas landasan di Indonesia terbatas. Kita lihat (bandara) di Jakarta, Surabaya, dan Denpasar, itu sudah penuh. Jika ketiganya digabung, ini mewakili sekitar 75% kegiatan penerbangan di Indonesia. Kalau terjadi delay (keterlambatan) knock-on effect-nya (dampak lanjutan) menjadi sangat besar," katanya.

Di luar faktor bandara, untuk Indonesia juga ada faktor cuaca. "Cuaca makin ekstrem, terasa makin banyak keterlambatan karena cuaca. Makin sering bandara yang ditutup sementara karena terjadi hujan badai. Ini juga menyebabkan OTP maskapai di Indonesia rendah," papar Gerry.

Ia mengatakan, pihak-pihak terkait sudah berusaha menaikkan skor OTP namun mengakui kalau upaya tersebut tidak gampang. "Harus dilihat apakah ada tumpukan-tumpukan dari sistem yang ada sekarang dan bagaimana menguraikannya," katanya.

Gerry menambahkan menaikkan OTP dengan parameter tepat waktu saat keberangkatan, sudah dilakukan dan terlihat membuahkan hasil. Misalnya ada maskapai dengan OTP bahkan 92%, sementara maskapai-maskapai lain di kisaran 70 hingga 80%.

Tapi bagaimana menaikkan OTP dengan parameter tepat waktu saat kedatangan? "Itu yang sekarang harus menjadi fokus," kata Gerry.

Di daftar maskapai dengan tingkat ketepatan waktu paling tinggi, urutan teratas ditempati airBaltic yang mencatat OTP 90,01%, diikuti Hong Kong Airlines dengan 88,83%, dan Hawaiian Airlines 87,24% di peringkat ketiga.

AirBaltic adalah perusahaan penerbangan murah asal Latvia yang didirikan pada 1995. Saat ini maskapai tersebut memiliki 30 pesawat yang melayani 68 kota, di antaranya London, Tallinn di Estonia dan ibu kota Latvia, Riga.

Untuk bandara besar, yang mencatat skor OTP tertinggi -yang didasarkan pada ketepatan waktu saat keberangkatan dan kedatangan- adalah Haneda di Tokyo, yang mencatat OTP 86,75%.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini