nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bayi di Inggris Lahir Sehat tanpa Cacat Setelah Dokter Anjurkan Diaborsi

Annisa Aprilia, Jurnalis · Kamis 11 Januari 2018 07:47 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 11 481 1843284 bayi-di-inggris-lahir-sehat-tanpa-cacat-setelah-dokter-anjurkan-diaborsi-3xVxMbuUEV.jpg Anak Kamilia Walters (Foto: Christian News)

SEORANG bayi di Inggris lahir dengan selamat dan sehat persis seperti keinginan kedua orangtuanya. Dengan organ-organ yang lengkap, tangis yang getarkan dada, dan rupa wajah yang manis, kelahirannya disambut tangis haru keluarga.

Namun, ternyata untuk bisa lahir dan menjadi anggota baru dikeluarganya, bayi ini memiliki satu babak yang menegangkan dalam hidupnya. Bagaimana tidak, dokter yang menanganinya sempat salah diagnosa dan menganjurkan kedua orangtua bayi tersebut untuk mengaborsi janin yang masih berada di rahim. Ibu si bayi pun tidak menyetujui anjuran itu.

Melansir dari Christian News, Kamis (11/1/2018), ibu sang bayi yang bernama Kamelia Walters marah ketika mengetahui anaknya harus dibatalkan kelahirannya karena memiliki penyakit langka. Dari hasil pemindaian yang dilakukan di Rumah Sakit St. George, tulang bayinya retak dan ada kemungkinan bayinya mengidap Osteogenesis Imperfecta tipe III yang juga dikenal sebagai penyakit perapuhan tulang. Sehingga bayinya harus diaborsi dan batal dilahirkan, tapi Kamelia tidak langsung nurut pada anjuran dokter.

Meskipun hasil pemindaian cukup buruk, karena bisa membuat bayi bungkuk badannya, dada mengecil, kepala lunak, dan fraktur tulang, Kamelia tetap mempertahankan darah dagingnya. Dengan rasa takut dan sedih yang menggelayut di kelopak mata, Kamelia pulang ke rumah dan menceritakan semua hasil pemindaian si jabang bayi pada ibunya.

"Saya sangat takut saat pertama kali diberitahu soal hasil pemindaian. Mereka menganjurkan untuk aborsi. Saya pulang ke rumah dan menangis pada ibu saya, karena tidak percaya dan anggota keluarga lainnya pun tidak memiliki penyakit seperti itu sebelumnya," ungkap Kamelia.

Ibu Kamelia pun tidak langsung percaya pada hasil pemindaian calon cucunya. Ia mengatakan pada anaknya, lebih baik menjalani tes dulu agar mendapatkan hasil diagnosis yang lebih pasti. Namun, ternyata risiko dari tes itu juga keguguran, jadi Kamelia pun menolak dan terus mempertahankan anaknya.

Si jabang bayi yang hampir diaborsi itu pun akhirnya lahir. Kamelia memberi namanya Kyla Shae dan ketika hadir di dunia Kyla sama sekali tidak memiliki perbedaan pada fisiknya, tidak ada yang nampak salah pula pada dirinya, dan Kyla benar-benar sehat.

Saya sudah tahu bahwa tidak ada yang salah dengannya dan saat dia baru saja lahir dokter pun mengkonfirmasi," imbuh Kamelia.

Klya Shae kini berusia 18 bulan, tetap sehat dan ibunya merasa kesal pada pihak rumah sakit sebelumnya, karena jika ia membatalkan kelahiran anaknya yang didiagnosa memiliki penyakit, maka sama saja ia telah membunuh anaknya sendiri yang ternyata sehat.

Seorang perwakilan untuk Rumah Sakit St. George mengatakan, sementara mereka tidak dapat berkomentar mengenai kasus-kasus tertentu, rumah sakit. Mereka akan menyambut kesempatan untuk bertemu dengan Kamelia secara individual untuk mendiskusikan masalah yang telah diangkatnya.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini