Image

Deteksi Dini Kanker Paru Bisa Dilakukan Menggunakan Balon Karet

Dewi Kania, Jurnalis · Kamis 11 Januari 2018, 16:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 11 481 1843447 deteksi-dini-kanker-paru-bisa-dilakukan-menggunakan-balon-karet-CC2tqvs240.jpg Meniup balon (Foto: Shutterstock)

KANKER paru salah satu penyakit penyebab kematian utama di Indonesia dan dunia. Setiap orang wajib skrining atau deteksi dini supaya tidak menimbulkan kematian dini.

Berdasarkan laporan Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), pada tahun 2015, dari 668 kasus keganasan rongga torak yang tercatat, sekira 75% pasien mengalami kanker paru. Dari data itu, sekira 15% pasien hidup sampai lima tahun setelah terdiagnosa.

BACA JUGA:

Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan angka tahan hidup kanker kolon (61%), kanker payudara (86%), dan kanker prostat (96%). Salah satu penyebab rendahnya angka kelangsungan hidup ini adalah keterlambatan diagnosis.

"Hampir 70% pasien kanker paru ditemukan di tahap stadium lanjut, sehingga pilihan pengobatan menjadi terbatas dan tidak maksimal," ujar Doktor Biomedik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Dr dr Achmad Hudoyo, SpP(K) lewat siaran pers yang diterima Okezone, Kamis (11/1/2018).

Untuk meminimalisir kematian akibat kanker paru, dr Achmad mencari cara skirining kanker paru dengan cepat. Inovasi deteksi dini kanker paru dengan menggunakan balon karet.

Dia mendapatkan inspirasi dari penelitian tentang kemampuan anjing dalam melacak keberadaan kanker paru di dalam tubuh seseorang. Anjing pelacak itu sudah terlatih untuk membedakan napas pasien yang menderita kanker paru, serta yang tidak dengan tingkat keakuratan mencapai 93%.

"Ada suatu zat tertentu yang hanya terdapat di napas para penderita kanker paru. Inilah yang kemudian menginspirasi saya memulai penelitian ini,” tambahnya.

Hal ini juga didasarkan karena deteksi kanker paru menjadi sulit karena paru-paru tidak mempunyai syaraf. Penderitanya terkadang tidak merasakan sakit sama sekali sampai akhirnya kondisi penderita sudah parah.

Bahkan, dokter paru menggunakan dua metode untuk mendeteksi dini kanker paru. Caranya yakni melalui pemeriksaan dahak, dan foto rontgen.

BACA JUGA:

"Tetapi semua metode tersebut memerlukan biaya yang tidak murah dan tidak mudah dilakukan," ucap Guru Besar Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKUI, Prof Dr Anwar Jusuf, SpP(K), di lain kesempatan.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini