nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Meski Dicemooh, Angelin Lim Tetap Memilih Semut sebagai Hewan Peliharaannya

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Minggu 14 Januari 2018 05:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 12 196 1844107 meski-dicemooh-angelin-lim-tetap-memilih-semut-sebagai-hewan-peliharaannya-e2T7CV6qOH.jpg Semut jadi hewan peliharaan Angelin Lim (Foto:Todayonline)

MEMELIHARA anjing atau kucing mungkin sudah menjadi hal umum yang dilakukan oleh banyak orang. Selain mudah dirawat, kedua hewan tersebut juga sering diibaratkan sebagai sahabat manusia yang paling setia. Tidak percaya? Anda tentu sudah pernah mendengar kisah Hatchiko yang sangat mengharukan.

Hatchiko merupakan seekor anjing jantan jenis Akita Inu, yang sekarang dikenang sebagai lambang kesetiaan anjing terhadap majikan. Setelah majikannya meninggal, Hachiko terus menunggu majikannya di depan Stasiun Shibuya, Tokyo, hingga ajal menjemputnya.

Eitss, tahan dulu air mata Anda, di artikel ini Okezone tidak akan membahas anjing malang itu, tetapi mengulas fenomena baru yang kini tengah digandrungi oleh para pencinta hewan di seluruh dunia yakni, menjadikan semut sebagai hewan peliharaan.

BACA JUGA:

Mirip Kisah Hachiko, Persahabatan Tupai dengan Manusia Ini Jadi Viral

Meski terdengar aneh, fenomena ini ternyata benar-benar terjadi dan sempat booming pada akhir tahun 2016 lalu. Lantas, apa yang membuat mereka tertarik untuk memelihara semut? Hal tersebut dijelaskan secara gamblang oleh salah satu pencinta serangga asal Singapura bernama Angelin Lim.

 

“Di tempat kerja saya (Jurong Bird Park), kami selalu memberi makan burung yang baru menetas dengan telur semut. Berawal dari kebiasaan itu, saya mulai berpikir apakah saya bisa memanfaatkan telur semut untuk hal lainnya,” ujar Lim.

Rencana Lim harus pupus setelah ia jatuh cinta pada makhluk berkaki enam itu

“Semakin saya pelajari, saya semakin kagum tentang bagaimana mereka menjaga satu sama lain, bagaimana mereka merawat ratu mereka, hingga membangun sarangnya. Saya sempat berpikir bahwa semut-semut itu tidak pernah mengetahui keberadaan saya karena hanya mementingkan koloni mereka,” imbuhnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, ketika hujan turun atau terjadi peningkatan aktivitas burung walet, kelelawar, dan binatang reptil, Lim menjadi bersemangat karena ini adalah pertanda bahwa ratu semut akan keluar dari sarangnya. Dalam arti lain, ia memiliki kesempatan untuk menangkapnya.

Saat ini, ia telah memiliki lebih dari 10 koloni semut yang diletakkan pada wadah khusus. Tidak hanya itu, setiap kotak juga dihuni oleh ratu semut dan para pasukannya. Namun sayang, hobi baru Lim ini ternyata tidak dihargai oleh orang-orang terdekatnya.

“Orang tua saya sampai berkata: ‘Apa? Apakah kamu tidak memiliki pekerjaan lain yang lebih penting,” ungkanya.

BACA JUGA:

VIRAL! Seperti Manusia, Kelakukan Hewan-Hewan Ini Kok Bikin Gemes Sih

Terlepas dari kritikan tersebut, Lim dan para pencinta semut lainnya mengungkapkan bahwa mereka mendapatkan kepuasaan tersendiri ketika memilihara serangga berukuran mungil itu.

 

“Ada kepuasaan tersendiri ketika Anda berhasil membangun sebuah koloni semut, dan melihat secara langsung bagaimana mereka membangun sarang, dan melindungi ratunya,” jelas Lim.

Nah bagi Anda yang tertarik memelihara semut tetapi malas berburu di alam liar, jangan khawatir! Sebuah komunitas asal Singapura telah membudidayakan hewan tersebut untuk dijual belikan.

Saat ini, koloni semut paling besar dan mahal dibanderol seharga Rp20 juta. Anda akan mendapatkan lebih dari 1.000 ekor semut kuning dan empat ratu semut yang disimpan dalam sebuah kandang berukuran 0.6 meter. Bagaimana, masih tertarik untuk memelihara hewan ini? Demikian dilansir dari TODAYoNLINE.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini