Image

Cobalah Lebih Peka, Ini 6 Tanda Hewan Peliharaan Terkena Penyakit

Tiara Putri, Jurnalis · Minggu 14 Januari 2018, 06:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 12 196 1844118 cobalah-lebih-peka-ini-6-tanda-hewan-peliharaan-terkena-penyakit-9E0ftqbVNh.jpg Ilustrasi (Foto: Citypetsvets)

SETIAP orang memiliki cara masing-masing untuk menyalurkan kesenangannya. Sejumlah orang lebih memilih untuk memiliki dan merawat hewan peliharaan.

Ada jenis hewan yang paling sering dipilih untuk dipelihara yaitu anjing dan kucing. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan hewan lainnya juga akan dipilih.

Apapun jenis hewan yang dipilih, setiap pemilik tentu ingin peliharaannya selalu dalam keadaan sehat. Akan tetapi, hewan yang sudah dipelihara dan dirawat dengan baik pun tetap memiliki kemungkinan untuk sakit. Hal itulah yang membuat pemilik harus lebih perhatian kepada hewan peliharaannya guna mencegah kejadian yang tidak diinginkan.

Melansir WebMD, Minggu (14/1/2018), berikut tanda-tanda bila hewan peliharaan sakit:

(Baca Juga: Berwisata ke Penangkaran Buaya Terbesar se-Asia di Bekasi, Siap-Siap Merinding!)

Muntah atau diare

Kedua hal di atas adalah hal wajar yang terjadi pada setiap hewan. Namun menjadi tidak wajar jika hewan muntah atau diare terlalu sering dalam satu hari dan bahkan hingga mengeluarkan darah. Beberapa hewan terkadang memakan sesuatu yang sebenarnya berbahaya bagi tubuhnya. Tanda lainnya adalah bertindak lesu dan kekurangan nafsu makan. Selain itu, muntah atau diare bisa menjadi indikasi masalah kesehatan yang lebih serius seperti penyakit gastrointestinal atau infeksi parasit yang disebabkan oleh cacing tambang, cacing gelang, cacing cambuk, dan giardia.

Nafsu makan dan aktivitas berkurang

Hewan peliharaan biasanya menjadi lebih antusias saat disodori makanan atau diajak main. Akan tetapi, bila hewan enggan menyentuh makanannya atau tidak beraktivitas seperti biasa, patut diwaspadai terkena penyakit. Biasanya kondisi tersebut terjadi karena hewan sedang demam, merasa nyeri, atau stres. Jika tidak segera ditangani, maka hewan bisa mengalami gagal hati, penyakit jantung, kolaps, hingga kehilangan kesadaran.

Frekuensi buang air kecil meningkat atau menurun

Tanda lain yang mengindikasikan hewan terserang penyakit adalah ia menjadi sering buang air kecil atau bahkan tidak sama sekali. Pada hewan yang lebih banyak minum dan buang air kecil, besar kemungkinan ia terkena diabetes, penyakit hati atau ginjal, serta penyakit kelenjar adrenal. Sebaliknya, hewan yang terlalu sedikit buang air kecil atau bahkan tidak sama sekali bisa terindikasi mengalami masalah saluran kemih seperti urine berdarah.

(Baca Juga: Menengok Kegiatan Pasar Ikan Terbesar di Dunia)

Batuk

Tanda keempat ini adalah gejala yang perlu diawasi. Batuk kronis biasanya terkait dengan penyakit jantung, hati, atau paru-paru. Bila terdapat tanda yang lebih serius seperti demam, kehilangan nafsu makan, dan lesu, ada baiknya hewan segera dibawa ke dokter. Cara untuk pencegahan ini adalah rutin melakukan vaksin.

Bulu rontok atau kulit gatal

Tanda lain yang menunjukkan hewan sakit biasanya terkait dengan fisik. Bila terdapat kutu, tungau seperti kudis, dan tungau di telinga, maka hewan terinfeksi jamur. Kondisi ini menyebabkan hewan lebih sering menggaruk tubuh sehingga bulunya mudah rontok. Tak hanya itu, bulu rontok dan kulit gatal bisa terjadi karena masalah endokrin, infeksi staph, dan lainnya.

Kemampuan berkurang

Bila kemampuan hewan peliharaan seperti menopang berat badan dan naik turun tangga menjadi berkurang, bisa jadi ada masalah serius. Tubuh yang menjadi kaku pada hewan merupakan tanda penyakit radang panggul, penyakit diskus, ligamen pecah, displasia pinggul, dan radang sendi. Penanganan yang dilakukan biasanya menggunakan glukosamin dan NSAID, olahraga, terapi fisik, serta operasi.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini