Image

Kisah Sedih Hachiko, Anjing Setia Penunggu Stasiun Shibuya

Tiara Putri, Jurnalis · Minggu 14 Januari 2018, 16:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 12 196 1844139 kisah-sedih-hachiko-anjing-setia-penunggu-stasiun-shibuya-wpogxp1pnM.jpg Patung Hachiko di dekat Stasiun Shibuya (Foto: Japanitalybridge)

BANYAK kegiatan yang seringkali dilakukan oleh pemilik dengan hewan peliharaannya. Kebiasaan rutin seperti bermain bersama, tidur bersama, hingga menyambut empunya ketika pulang ke rumah dapat membuat hewan peliharaan menjadi setia. Bahkan percaya atau tidak, bisa terjadi ikatan batin yang sangat kuat di antara mereka.

Bila Anda pernah berkunjung ke Jepang, apakah Anda berfoto di samping patung Hachiko di dekat Stasiun Shibuya? Jika iya, tahukah Anda mengenai kisah anjing tersebut? Ya, anjing jenis Akita Inu itu memiliki kisah menyedihkan dengan pemiliknya.

Melansir laman Pet Helpful, Minggu (14/1/2018), kisah Hachiko bermula di 1924. Anjing ini sendiri sebenarnya lahir pada 1923 di Akita. Namun setahun setelahnya seorang profesor di Departemen Pertanian University of Tokyo, Hidesaburo Ueno membawanya ke Tokyo. Sejak menjadi hewan peliharaan profesor tersebut, banyak kebiasaan yang sering dilakukan. Salah satunya adalah menunggu di Stasiun Shibuya.

(Foto: Tokyoweekender)

(Baca Juga: Sederet Makanan Manusia Ini Juga Bermanfaat Bagi Hewan Peliharaan)

Pada pagi hari, Hachiko akan menemani Profesor Hidesaburo pergi ke stasiun kereta untuk melihat pemiliknya berangkat kerja. Setelah itu di malam harinya, anjing tersebut akan kembali ke stasiun untuk menyambut sang empunya pulang kerja. Kebiasaan ini terus berjalan selama 1 tahun 4 bulan. Hingga pada suatu hari, kebiasaan ini menjadi berbeda.

Profesor Hidesaburo tidak lagi kembali ke rumah dan Hachiko terus menunggu berharap pemiliknya akan tiba. Kesetiaannya membuat anjing itu tetap mengunjungi stasiun untuk menyambut pemiliknya dan kembali lagi ke rumah bila sudah semakin larut. Lama-kelamaan ia menyadari sang pemilik tidak lagi tinggal di rumah dan akhirnya memutuskan untuk menunggu di stasiun.

Hachiko terus berada di sana hingga berbulan-bulan dan bahkan hingga 10 tahun lamanya. Ia berharap bisa bertemu dengan pemilik yang disayanginya. Melihat anjing yang terus menunggu membuat beberapa orang dan pihak stasiun merasa iba. Mereka kemudian memberinya makan dan minum.

(Baca Juga: Baru Mulai Pelihara Kucing? Perhatikan Dulu Hal Ini Supaya Kucing Tumbuh Sehat dan Aktif)

Sayangnya Hachiko tidak kunjung bertemu dengan pemiliknya. Di hari ketika Profesor Hidesaburo tidak pulang ke rumah, ternyata profesor meninggal karena pendarahan otak saat sedang mengajar di universitas. Hal ini tentunya tidak diketahui oleh Hachiko karena ia tidak mengerti. Hingga akhir hayatnya, anjing itu tetap menunggu di stasiun. Pada 8 Maret 1935, Hachiko ditemukan sudah tidak bernyawa.

Kisah kesetiaan Hachiko terhadap Profesor Hidesaburo mulai terkenal karena salah seorang mantan mahasiswa profesor menuliskannya dalam sebuah artikel di surat kabar nasional di 1932. Hal itulah yang membuat banyak orang turut bersedih saat Hachiko tiada. Untuk mengenang kesetiaan anjing tersebut, dibuatlah sebuah patung dan diletakkan di dekat Stasiun Shibuya. Sejumlah turis menyempatkan waktu untuk berfoto di patung itu. Bahkan kisah ini pun dijadikan sebuah film Hollywood berjudul Hachi : A Dog's Tale pada 2009.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini