Image

5 Komentar Menyebalkan yang Sebaiknya Jangan Dikatakan ke Pengantin Baru

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 12 Januari 2018, 21:18 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 12 196 1844309 5-komentar-menyebalkan-yang-sebaiknya-jangan-dikatakan-ke-pengantin-baru-MMW3dxi1F7.jpg Ilustrasi (Foto: Glamour)

MENJADI pengantin baru rasanya memang jadi sesuatu yang membahagiakan. Namun terkadang, kebahagiaan bersama dengan pasangan ini mungkin bisa sedikit terganggu dengan komentar-komentar dari orang-orang terdekat.

Di mana orang-orang terdekat ini, bukan hanyak sanak keluarga namun juga teman-teman terdekat, bahkan hingga rekan kerja di kantor, yang seolah berlomba-lomba memberikan komentarnya.

Nah, agar tidak menjadi orang yang menyebalkan akibat salah melontarkan komentar yang bisa membuat pasangan pengantin baru menjadi sebal. Ada baiknya untuk mengetahui, sebenarnya apa saja sih komentar atau pernyataan yang seharusnya tidak dilontarkan kepada pasangan pengantin baru? Ini dia uraiannya, seperti dilansir Popsugar, Jumat (12/1/2018).

1. "Sudah Nikah? Umurnya Berapa? Duh Masih Muda"

Biasanya jika menikah di usia 23 atau 24 tahun, banyak orang menilai usia tersebut masih relatif sangat muda untuk menjadi pasangan suami-istri. Perlu diingat, keputusan untuk menikah bagi setiap orang itu berbeda-beda. Ada pasangan yang memutuskan menikah setelah lulus sekolah, ada yang memilih menikah di usia pertengahan kepala dua hingga kepala tiga, bahkan ada juga yang siap menikah di usia 60'an.

Memutuskan kapan untuk menikah, adalah kebebasan dan keputusan masing-masing individu, sebelum melontarkan pertanyaan di atas, ada baiknya untuk mengingat bahwa waktu yang tepat untuk menikah terserah dilakukan kapan saja oleh tiap individu, setiap orang dan setiap pasangan memiliki "waktu"nya masing-masing sebab tidak ada patokan usia yang sahih, mutlak benar untuk menikah.

 (Baca Juga: 5 Aplikasi Kencan Online Ini Bisa Bantu Kamu Temukan Jodoh, Yuk Dipilih!)

2. "Nikmati masa-masa bulan madu selagi bisa"

Memang sih, masa-masa manis bulan madu setelah menikah dalam sebuah pernikahan tidak akan bertahan terus selamanya, namun tentunya menjadi hak dan kebebasan masing-masing tiap pasangan bukan untuk bagaimana menikmati kehidupan pernikahan mereka? Walau bahkan hingga tiga tahun kemudian setelah menikah, biarkan setiap pasangan menikmati 'masa bulan madu' mereka masing-masing.

3. "Apa rasanya mengetahui bahwa tidak akan berhubungan seks dengan orang lain lagi?"

Seperti pasangan suami-istri kebanyakan, berada di dalam sebuah hubungan pernikahan berarti masing-masing individu baik itu pihak laki-laki atau perempuan, masing-masing sudah memutuskan untuk menutup menyudahi "masa bermain-main" karena sudah yakin dan percaya diri bahwa akan hidup bersama soulmate, di mana perasan ini lebih menyenangkan dibandingkan sekadar 'bermain-main'. Bertanya seperti pertanyaan di atas, tentunya jadi kalimat yang tidak pantas untuk diucapkan bukan?

4. "Selamat buat kalian bisa menikah, di tengah-tengah tingkat perceraian yang tinggi"

Komentar yang bernada pesimis bukan? Inilah yang akan terlintas di benak para pengantin baru yang mendengar komentar seperti ini. Tingkat kasus perceraian memang tinggi, namun tidak satupun orang yang semestinya menggunakan statistik tersebut untuk membuat indikasi apakah sebuah pernikahan akan berhasil atau tidak. Setiap hubungan asmara dari tiap orang itu berbeda, dan tentunya alih-alih berkomentar negatif, bukankah lebih baik kita menyelamati pengantin baru dengan kalimat penuh semangat?

 (Baca Juga: Ini Dampak Perceraian Orangtua ketika Anak Sudah Dewasa)

5. "Kapan mau punya anak?"

Ketahuilah, bahwa pertanyaan yang sayangnya seringkali dikatakan kepada para pengantin baru ini adalah pertanyaan yang terlalu pribadi alias terlalu personal. Ada banyak berbagai alasan mengapa pasangan menikah belum memiliki anak, ada yang harus berurusan dengan masalah kesuburan, mencoba lebih stabil dulu dalam hal keuangan, ataupun memang tidak ingin memiliki anak. Sekarang atau kapanpun, hal ini adalah prerogatif dari setiap pasangan tersebut sendiri.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini