nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Donita Merasa Bersalah pada Anak Pertama, Apa Kata Psikolog?

Tiara Putri, Jurnalis · Jum'at 12 Januari 2018 22:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 12 196 1844317 donita-merasa-bersalah-pada-anak-pertama-apa-kata-psikolog-wDQ2DfUxar.jpg Donita dan anak pertamanya (Foto: Instagram)

PASANGAN Adi Nugroho dan Donita tengah berbahagia. Pasalnya anak kedua mereka telah lahir pada Kamis, 11 Januari 2017 kemarin. Namun hingga saat ini belum diketahui secara pasti bagaimana rupa anak mereka.

Beberapa hari sebelum melahirkan, Donita sempat mencurahkan isi hatinya di akun Instagram pribadi miliknya, @donitabhubiy. Perempuan berambut panjang itu mengatakan bahwa ia tak kuasa menahan tangis karena perasaanya tengah campur aduk.

Semaleman cuma bs melukin n ciumin anak kicil ini @donitasvarga .. Dr semalem ga bisa nahan tangis.. tangis bahagia karna sebentar lagi baby utun akan lahir.. tp satu sisi, ga tega dan ngerasa dosa harus berbagi kasih sayang, perhatian, waktu, dan semuanya antara mas Vaga sama baby utun diusia mas Vaga yg masih sangat kecil.. dimana mas Vaga masih butuh banyak perhatian, pengertian, dan kasih sayang dr momma n poppa..,” tulis Donita.

Ya, jarak antara anak pertamanya yang bernama Svarga dengan anak kedua memang terbilang dekat, hanya 2 tahun 2 bulan. Lantas, apakah perasaan yang dirasakan Donita adalah sesuatu yang wajar dan bagaimana menyikapinya? Psikolog klinis dewasa, Arrundina Puspita Dewi, M.Psi memberikan pendapatnya.

(Baca Juga: Romantisnya Hamish dan Raisa Nikmati Pemandangan Sunrise di Taman Nasional India)

(Foto: Instagram)

“Munculnya perasaan bersalah adalah hal yang wajar. Hal itu karena ibu merasa belum total menjalankan perannya sebagai ibu untuk anak pertama dan muncul kecemasan anak pertama tidak tumbuh optimal karena dirinya terlalu sibuk mengurus anak dua,” jelas Arrundina saat dihubungi Okezone melalui pesan singkat, Jumat (12/1/2018).

Akan tetapi, Arrundina mengingatkan agar ibu tidak memiliki perasaan bersalah atau cemas yang berlebihan hingga aktivitas sehari-hari menjadi terganggu dan mengabaikan tugas untuk mengurus anak. Rasa cemas berlebih juga akan mengganggu kandungannya karena bayi sejak di dalam perut sudah mampu merasakan emosi yang dirasakan oleh ibunya. Jika dibiarkan, perasaan itu dapat memengaruhi emosi bayi ketika lahir.

“Ada kemungkinan bayi memiliki kepribadian pencemas saat lahir karena emosi tersebut sudah dirasakannya sejak masih ada di dalam kandungan. Begitu pun untuk anak pertama, ia juga mampu mengenali emosi tersebut dan mungkin akan mengadaptasi emosinya ketika melihat ibunya cemas berlebih,” terang perempuan berhijab itu.

(Baca Juga: Gaya Inul Daratista Berbalut Barang-Barang Mewah Hingga Ratusan Juta Rupiah)

Arrundina menyarankan sejumlah cara yang bisa dilakukan ibu agar tidak larut dalam perasaan bersalah dan cemas. Pertama adalah fokus untuk merawat anak pertama dengan seoptimal mungkin, usahakan untuk selalu ada, dan berperan total menjadi ibu untuk anak yang ada saat ini.

Kedua, ibu harus selalu mengingat bahwa anak adalah anugerah yang diberikan Tuhan dan meyakinkan dirinya ia mampu berperan optimal untuk merawat anak-anak yang dititipkan Tuhan. Selain itu, diperlukan pula peran dari seorang suami.

“Suami dapat memberikan dukungan dengan meyakinkan istri bahwa ia mampu berperan optimal sebagai ibu. Suami juga turut berperan dalam mengasuh anak karena menjadi orangtua butuh teamwork yang kompak antara ayah dan ibu,” pungkas Arrundina.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini