nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Target 20 Juta Kunjungan Wisata di 2019, Pemerintah Bisa Tarik Wisatawan MICE dengan Devisa Besar

Dewi Kania, Jurnalis · Jum'at 12 Januari 2018 13:56 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 12 406 1844020 target-20-juta-kunjungan-wisata-di-2019-pemerintah-bisa-tarik-wisatawan-mice-dengan-devisa-besar-gq1jjEkGa7.jpg Wisatawan (Foto: Balihellotravel)

SETIAP business tourism sebenarnya dapat memenuhi target kunjungan 20 juta wisatawan yang ditargetkan pemerintah dalam waktu cepat. Bahkan, adanya mereka juga bisa menghasilkan devisa negara yang lebih tinggi daripada wisatawan leisure.

Di dalam kegiatan Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE) pasti ada unsur kegiatan pariwisata yang biasa dilakukan wisatawan leisure. Mereka menggunakan fasilitas hotel, restoran, hingga mendatangi objek wisata.

 BACA JUGA:

Kelebihannya tourism business dalam kegiatan ini mendatangkan para kalangan pengusaha, profesional, pejabat, hingga diploma dari banyak negara. Sehingga pola belanja atau mengeluarkan uang selama meeting dan liburan lebih banyak.

Vice Chairperson Education & Institution Indonesia Convention and Exhibition Bureau Christina L Rudatin mengatakan, spending wisatawan MICE lebih besar 7 kali lipat dari wisatawan leisure. Hal ini menjadi peluang besar untuk mendatangkan devisa besar.

"Wisatawan MICE sudah dijamin pengeluarannya lebih besar. Targetnya bahkan tidak dihitung per kepala yang datang, mereka datangnya per grup," ujar Christina saat Seminar MICE Discovery di Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti, Bintaro, Jakarta Selatan, Jumat (12/1/2018).

Sementara itu, wisatawan leisure atau backpacker tidak banyak menghabiskan uang saat liburan. Mereka juga datang seorangan atau hanya sekedar mengajak keluarga berlibur, tapi jumlahnya tidak besar.

Bila dibandingkan, wisatawan MICE bisa menghabiskan uang 7 kali lipat daripada wisatawan leisure. Misalnya, dalam sekali perjalanan sekira tiga hari pergi bisnis, mereka mengeluarkan uang USD700 atau setara Rp9,1 juta. Sementara wisatawan leisure dalam sekali perjalanan rata-rata hanya mengeluarkan uang USD100 atau sekira Rp1,3 juta saja.

Perbandingan tersebut seharusnya menjadi acuan pemerintah yang bertugas mewujudkan target kedatangan 20 juta wisatawan di tahun 2019. Sayang, menurut Christina, pemerintah tidak memperhatikan pentingnya hal tersebut.

Tak cuma itu, sisi keuntungan lainnya dari wisatawan MICE yakni bisa mengisi kekosongan saat low season atau weekday. Sasaran ini juga harus dipertimbangkan karena sangat menguntungkan.

BACA JUGA:

"Kalau wisatawan leisure selain pengeluaran lebih sedikit, mereka hanya datang saat liburan high season atau weekend. Dua sasaran kalangan wisatawan ini harus benar-benar dipertimbangkan," pungkasnya.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini